Vaksin Bisa Sia-sia Ketika Virus Corona Bermutasi Jadi Sangat Mematikan

virus corona
virus corona

SURYAYOGYA.COM – Virus corona telah menjadi penyakit seribu wajah. Para ilmuwan memperingatkan bahwa virus bernama SARS-CoV-2 ini terus bermutasi menjadi bentuk yang paling mematikan dan sangat menular.

Mereka menyatakan telah menemukan jenis baru SARS-CoV-2 yang lebih menular dibanding versi sebelumnya, yang menyebar pada awal pandemi global, dan cenderung berkembang menjadi jenis yang dapat membuat vaksin tidak berguna.

Dalam sebuah laporan penelitian setebal 33 halaman, diterbitkan oleh Laboratorium Nasional Los Alamos yang berpusat di AS, para peneliti telah menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 yang merajalela telah membuka “banyak peluang” patogen mematikan ini untuk berkembang menjadi strain yang lebih mematikan dan lebih menular dibanding sebelumnya.

Menurut penulis penelitian itu, satu mutasi khusus, yang disebut Spike D614G, adalah “masalah yang mendesak”.

Mutasi memengaruhi lonjakan yang sekarang terkenal di bagian luar virus corona, yang memungkinkannya untuk memasuki sel-sel pernapasan manusia.

Los Alamos, dengan bantuan para ilmuwan dari Duke University dan University of Sheffield di Inggris, menyiapkan laporan berdasarkan analisis komputasi lebih dari 6.000 rangkaian virus corona dari seluruh dunia dan sebanyak 14 mutasi yang telah diidentifikasi.

Menurut laporan itu, virus corona baru yang pertama kali muncul di Wuhan, China, lebih dari empat bulan lalu, telah bermutasi menjadi jenis yang paling dominan yang saat ini menyebar di seluruh Amerika Serikat. Kini AS telah menjadi negara paling terdampak dengan lebih dari 1,2 juta orang terinfeksi dan lebih dari 71.000 kematian.

Virus telah bermutasi dan mulai menginfeksi orang pada awal Februari, kemudian membuka jalan ke negara-negara lain, termasuk AS dan Kanada. Di kedua negeri itu, virus iniĀ  berkembang menjadi strain paling mematikan dan paling menular.

Vaksin Harus Segera Siap