Perdagangan Online Syariah Tetap Menggeliat

Ilustrasi pergerakan saham di bursa efek.(suryayogya.com/ist)

JAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Ibadah Ramadan tahun ini di tengah pandemi COVID-19 tentu menjadi tantangan karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Begitupun dengan berinvestasi di Pasar Modal Indonesia.

Jika dalam kondisi normal investor aktif banyak yang berkumpul di galeri-galeri investasi secara fisik (walaupun belakangan mulai banyak club investor online), kini semua harus berada di rumah saja.

Untunglah perusahaan sekuritas sudah cukup lama mengembangkan sistem perdagangan online. Atau perdaganga jarak jauh, menggunakan fasilitas yang disediakan perusahaan-perusahaan efek.

Baca: Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Perpanjang Lagi Work From Home Bagi ASN

Baca: Kohanudnas Suguhkan Permainan Interaktif “Penjaga Langit” untuk Siswa hingga Mahasiswa

Baca: DIY Siapkan Bansos untuk 280 Ribu KK Terimbas COVID-19, Berbeda dari Bantuan Pusat

Investor bisa bertransaksi sendiri dari manapun, selama jam perdagangan saham, baik menggunakan gadget maupun perangkat komputer atau laptop. Tak terkecuali perdagangan efek syariah di pasar modal Indonesia.

Dalam rilis dari Bursa Efek Indonesia yang diterima Suryayogya.com, pada Sabtu (9/5), Pasar Modal Syariah tak kalah berkembang dengan pasar modal non syariah.

Bahkan, selama pandemi, transaksi sahamnya mendominasi di Bursa Efek Indonesia.

Rata – rata volume perdagangan harian saham syariah per 6 Mei 2020 tercatat sebesar 4,5 miliar lembar saham atau 64,6% dari total rata – rata volume perdagangan harian di Bursa Efek Indonesia.