Rapid Test Massal di Klaster Indogrosir Berhasil Jaring 39 Kasus Reaktif Covid-19

Rapid Diagnostic Test (RDT) massal untuk kluster Indogrosir. (Foto: Humas Pemkab Sleman)
Ilustrasi. Rapid Diagnostic Test (RDT) massal untuk kluster Indogrosir. (Foto: Humas Pemkab Sleman)

SLEMAN, SURYAYOGYA.COM – Rapid Diagnostic Test (RDT) massal untuk klaster Indogrosir berhasil menjaring 39 hasil reaktif. Rapid test massal ini dilakukan di Gelanggang Olahraga (GOR) Pangukan, Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo hadir untuk meninjau pelaksanaan RDT pada hari ketiga, Kamis 14 Mei 2020.

Seperti dikutip dari situs resmi Pemkab Sleman, Sabtu (16/5/2020), dalam peninjauan tersebut, Bupati Sleman memastikan pelaksanaan RDT berjalan baik dan menegaskan akan melayani setiap orang dengan sebaik-baiknya.

Sri Purnomo mengatakan bahwa pada pelaksanaan RDT klaster Indogrosir ini, telah dijadwalkan untuk 500 orang setiap harinya dan berlangsung selama tiga hari. Namun demikian, sampai hari kedua, kuota tersebut tidak sepenuhnya terisi.

“Hari pertama ada 461 peserta yang hadir dan mengikuti tes. Dari 461 peserta ini ada 20 orang yang reaktif. Di hari kedua, ada 425 yang hadir dan terdapat 19 orang yang reaktif.

Jadi, total sementara 39 orang reaktif. Untuk hari ketiga ini saya berharap semua yang telah terdaftar bisa hadir dan mengikuti RDT,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman, Dul Zaini, menjelaskan bahwa masyarakat yang telah mengikuti RDT klaster Indogrosir dapat mengetahui hasilnya melalui laman rdt.slemankab.go.id.

“Sementara untuk yang reaktif, tidak perlu menunggu lama. Tim gugus tugas covid 19 Kabupaten Sleman akan segera menghubungi untuk melakukan konfirmasi terkait lokasi atau alamat yang tepat untuk kemudian dilakukan penjemputan,” jelasnya.

Sesuai prosedur yang telah ditetapkan, bagi peserta yang dinyatakan reaktif akan segera ditempatkan di Asrama Haji untuk karantina sampai menunggu hasil swab.

Sementara itu, contact tracing akan dilakukan kepada keluarga dari peserta yang telah dinyatakan reaktif.

“Sedangkan untuk yang non-reaktif, akan dilakukan tes kedua, yaitu 10 hari setelah dilakukan RDT tahap pertama.

Pada tahap kedua nantinya peserta yang telah terdaftar dapat mengkuti tes sesuai prosedur yang sama dan lokasi yang sama seperti RDT tahap pertama,” jelasnya.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Humas Pemkab Sleman