Dianggap Masih Daerah Otonomi China, Hong Kong Peringatkan Donald Trump

Demonstran pro demokrasi Hong Kong memnbawa poster menolak UU Keamanan baru yang akan diterapkan China daratan di negara kota itu. (Foto: Twitter)
Demonstran pro demokrasi Hong Kong memnbawa poster menolak UU Keamanan baru yang akan diterapkan China daratan di negara kota itu. (Foto: Twitter)

HONG KONG, SURYAYOGYA.COM – Pemerintah Hong Kong memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa keputusan Amerika Serikat untuk tidak menganggap mereka sebagai daerah otonomi China bisa menjadi ‘pedang bermata dua’.

“Sanksi apa pun (yang dijatuhkan AS) adalah pedang bermata dua yang tidak hanya merugikan kepentingan Hong Kong tetapi juga merugikan secara signifikan bagi AS,” bunyi pernyataan pemerintah Hong Kong pada Kamis (28/5/2020) malam.

Hong Kong memperingatkan langkah AS itu bisa merusak hubungan keduanya, terutama dalam bidang perdagangan. Pemerintahan Pemimpin Eksekutif Carrie Lam menuturkan neraca perdagangan AS-Hong Kong selalu surplus sejak 2009-2018.