Malioboro Mulai Kembali Menggeliat, Para PKL Sudah Berjualan

YOGYAKARTA., SURYAYOGYA.COM - Mailoboro mulai kembali menggeliat. Lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) sudah kembali menawarkan dagangan mereka sejak Kamis 4 Juni 2020, setelah hampir tiga bulan tidak berjualan.   
YOGYAKARTA., SURYAYOGYA.COM - Mailoboro mulai kembali menggeliat. Lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) sudah kembali menawarkan dagangan mereka sejak Kamis 4 Juni 2020, setelah hampir tiga bulan tidak berjualan.   

YOGYAKARTA., SURYAYOGYA.COM – Mailoboro mulai kembali menggeliat. Lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) sudah kembali menawarkan dagangan mereka sejak Kamis 4 Juni 2020, setelah hampir tiga bulan tidak berjualan.

Seperti dikutip dari situs Kotajogja.com, Jumat (5/6/2020), belum banyak pengunjung berseliweran di Malioboro, namun pusat bisnis dan ikon Kota Yogyakarta itu sudah mulai berdenyut lagi.

Meski begitu, para PKL yang telah mulai berjualan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Para PKL diwajibkan memakai masker, membawa hand sanitizer, menyediakan tempat cuci tangan, dan mengatur jarak antara pedagang dan pembeli.

Untuk memperkuat penerapan protokol Kesehatan, Pemerintah Kota  Yogyakarta menurunkan Satpol PP dan Polri untuk menjaga pintu masuk Kawasan Malioboro dan tempat parkir Abu Bakar Ali.

Ada petugas yang mengecek suhu tubuh pengunjung. Jika ada yang suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius, akan dibawa ke pos Dinas Kesehatan yang telah disiapkan.

Dari 450 PKL anggota Pemalni, baru sekitar 20 PKL yang telah mulai berjualan.

Belum banyak yang kembali membuka lapak mereka, mengingat pemerintah belum menerbitkan SOP new normal.

Dan untuk saat ini, bagi PKL yang telah kembali berjualan, diingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jika melanggar akan dikenakan tindakan disiplin berupa penutupan sementara tempat berjualannya.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Kotajogja.com