Paku Alam X Dorong Tingkatkan Kompetensi SDM dalam Hadapi New Normal

Wagub Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Paku Alam X. (Foto: Humas DIY)
Wagub Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Paku Alam X. (Foto: Humas DIY)

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM  – Wakil Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X, mendorong penngkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) hadapi new normal di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Paku Alam X, guna mempersiapkan new normal, yang mau tidak mau harus dilakukan, DIY memerlukan SDM yang siap dan sigap menghadapi perubahan.

Perubahan kompetensi SDM akan menjadi kunci dari keberhasilan penerapan new normal, katanya.

Wagub DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan halitu saat bertindak sebagai narasumber webinar mengenai Kesiapan SDM DIY di Era New Normal, Kamis (4/6/2020) melalui video conference dari Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Sri Paduka mengungkapkan, menghadapi new normal yang mau tidak mau harus segera di laksanakan, kesiapan SDM menjadi mutlak.

Hal tersebut karena banyak perubahan tatanan masyarakat seperti sektor ekonomi, pariwisata, transportasi, penjuaan retail, manufaktur, UMKM dan lainnya.

Kemampuan beradaptasi menjadi syarat bagi masing-masing SDM untuk siap melaksanakan new normal.

Masyarakat, kata Paku Alam X, harus mampu membangun ekosistem SDM yang unggul untuk perencanaan ketenagakerjaan.

Selain itu, harus tercipta link and match perencanaan SDM DIY.

“Dalam proses adaptasi terhadap situasi new normal, paling tidak ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam pengembangan SDM Unggul DIY di era new normal ini. Hal itu adalah reorientasi, revitalisasi, dan rebranding,” ujar Sri Paduka.

Sri Paduka menjelaskan, reorientasi yang dimaksud adalah orientasi kelembagaan pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan.

Hal tersebut mengacu pada peningkatan kompetensi SDM untuk bidang-bidang kejuruan masa depan industri Indonesia.

Revitalisasi sendiri berfungsi untuk membenahi dan mengganti sarana dan prasarana pendukung agar bisa memenuhi standar kompetensi SDM berdasarkan kualitas di industri.

Kampanye Positif Pendidikan Formal