Perut Buncit Menjadi Mitos Tersendiri di Tengah masyarakat, Ini Kata Ahli Kedokteran Olahraga..

Ilustrasi Perut Buncit(foto:Shutterstock)

SURYAYOGYA.COM- Bicara soal perut buncit tak pernah ada habisnya. Berbagai anggapan tentang perut buncit berseliweran di tengah masyarakat menjadi mitos tersendiri.

Berbagai anggapan itu tak sepenuhnya salah, tapi juga tak 100 persen benar. Celakanya, masyarakat sudah kadung mempercayai berbagai anggapan yang salah kaprah tersebut.

Kepercayaan masyarakat terhadap anggapan yang salah kaprah itu membuat banyak orang melakukan berbagai macam kesalahan demi mengatasi perut buncit.

Padahal, menjaga berat badan, termasuk salah satunya ukuran lingkar perut, sangat penting sebagai parameter kesehatan.

Berikut dua anggapan yang banyak tersebar di masyarakat tentang perut buncit, tapi salah kaprah.

Baca Juga: Anda Sedang Mencari Sepatu Untuk Lari? Berikut Tips Dapatkan Sepatu Yang cocok..

Baca Juga: Dean Henderson Bertahan di Sheffield hingga Akhir Musim 2019/2020

Baca Juga: Sepeda BMX United edisi 2020 handal nan trendy, harganya bersahabat dengan kantong..

1. Perut Buncit itu Turunan

Anggapan ini tak sepenuhnya salah, tapi tak sepenuhnya benar.

Betul bahwa faktor genetik berperan dalam meningkatkan risiko lingkar perut yang lebar pada seseorang.

Tapi, faktor genetik itu bisa ‘dilawan’ dengan berbagai upaya yang bisa dilakukan.

“[Faktor] genetik tetap ada. Tapi, apalah itu akan dibiarkan? Atau, apakah kita mau menjadi lebih baik,” kata ahli kedokteran olahraga, Michael Triangto.

Seseorang boleh jadi punya bakat untuk memiliki lingkar perut yang lebar.