Pengedar Pil Yarindo Terancam Denda Rp1 Miliar, Pemilik Sabu Bisa Kena Rp10 Miliar

Kompol Subur melakukan konferensi pers kasus narkoba, Rabu (17/6/2020). Foto: Humas Polresta Yogyakarta.
Kompol Subur melakukan konferensi pers kasus narkoba, Rabu (17/6/2020). Foto: Humas Polresta Yogyakarta.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Petugas Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta menangkap AA (25) gara-gara mengedarkan produk farmasi berupa obat/pil Yarindo. Sementara DK (25) juga dibekuk karena mengedarkan sabu-sabu.

Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta Kompol Sukar memaparkan kedua kasus tersebut melalui konferensi pers yang digelar di Polresta Yogyakarta, Rabu (17/6/2020).

Kompol Sukar menuturkan bahwa pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020, sekira pukul 21.00 WIB, Petugas Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta menangkap AA karena diduga melakukan tindak pidana tanpa kewenanganya mengedarkan sediaan farmasi berupa oba/Pil Yarindo.

Setelah dilakukan interogasi, tersangka AA  mengaku telah mengedarkan obat berlogo Y itu di wilayah Terban Gondokusuman, Yogyakarta.

Terhadap AA, disangkakan melanggar Pasal 196 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp.1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Sementara kasus kedua, tutur Kompol Sukar, Satres Narkoba Polresta Yogyakarta menangkap DK (25) pada Senin 1 Juni 2020 sekira pukul 23.30 WIB dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Petugas melakukan penggeledahan terhadao yang bersangkutan dan ditemukan narkotika jenis Sabu.

Tersangka DK disangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah). (*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Polresta Yogyakarta