Mulai 22 Juni, Becak dan Andong Dilarang Masuk Malioboro Jika Abaikan Protokol Kesehatan

Becak dan Andong di Malioboro. (Travelio)
Becak dan Andong di Malioboro. (Travelio)

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM –  Mulai 22 Juni 2020, becak dan  andong dilarang masuk kasawan Malioboro jika tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Para pengayuh becak dan kusir andong harus memakai masker, pelindung wajah (face shield), dan menyiapkan hand sanitizer.

Mereka diwajibkan pula untuk menyiapkan sekat yang membatasi mereka dengan penumpang. Sekat bisa terbuat dari mika maupun plastik.

Demikian dikatakan Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, beberapa waktu lalu, sebagaimana dikutip dari WartaJogjaKota.com, Jumat (19/6/2020).

Ekwanto mengungkapkan bahwa peraturan tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh pengayuh becak dan kusir andong beberapa waktu lalu.

“Kami sosialisasikan melalui paguyuban, agar para pengayuh becak dan kusir andong untuk mematuhi protokol kesehatan, kalau pada becak sudah ada penyekat tetapi biasanya digulung, kami minta selama pandemi untuk selalu digunakan atau dibuka.”

“Sedangkan untuk andong kami minta untuk menyediakan penyekat antara kusir dan penumpang,” ujarnya.

Ekwanto menegaskan, jika tidak mematuhi protokol kesehatan, berdasar kesepakatan yang sudah disepakati,  UPT Malioboro akan melarang andong dan becak masuk kawasan Malioboro.

“Sudah ada kesepakatan, kalau tidak memenuhi protokol kesehatan ya nyuwun sewu, kita minta untuk kondur (pulang atau tidak boleh masuk). Mulai minggu depan,” jelasnya.

Hingga saat ini, masih sedikit andong dan becak di Malioboro yang beroperasi, hanya sekitar 5 persen.  Namun demikian, protokol pencegahan Covid-19 wajib dipatuhi untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, Pengurus Paguyuban Andong Yogyakarta, Purwanto, mengungkapkan paguyuban andong masih terus melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan. Meski dianggap rumit, namun kusir andong mau menerima protokol baru tersebut.

Mulai 22 Juni 2020