Sekolah dan Madrasah Berasrama di Zona Hijau Dilarang Buka Asrama Selama Dua Bulan

SURYAYOGYA.COM – Sekolah dan Madrasah berasrama dilarang membuka asrama dan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka selama dua bulan pertama masa transisi.

Hal tersebut sesuai keputusan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri.

Keputusan bersama tersebut melahirkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) yang dikeluarkan pada 15 Juni 2020.

Menurut panduan tersebut, prinsip Kebijakan Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19 adalah “kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga ependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.”

Menurut ketentuan tersebut, pembelajaran tatap muka di sekolah dan madrasah
berasrama di zona hijau dilarang membuka asrama dan melakukan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama).

Setelah melewati dua bulan pertama masa transisi, sekolah dan madrasah berasrama dapat membuka asrama dan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru (new normal) dengan ketentuan sebagai berikut

Sekolah dan madrasah dengan kapasitas asrama ≤ 100 peserta didik, maka hanya 50 persen peserta didik yang boleh masuk sekolah pada bulan pertama masa new normal, kemudian ditingkatkan menjadi 100 persen pada bulan kedua.

Sedangkan sekolah dan madrasah berasrama dengan lebih dari 100 peserta didik, harus melakukannya secara bertahan sebagai berikut:

Bulan I: 25%, bulan II: 50%, bulan III: 75%, dan bulan IV baru bisa masuk 100%.(*)

Penulis: Eddy Mesakh