Kepadatan Jalan di Malioboro Belum Sebanding dengan Perputaran Uang

Jl Malioboro Yogyakarta. (Foto: Facebook)
Jl Malioboro Yogyakarta. (Foto: Facebook)

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Kepadatan jalan di kawasan Malioboro belum sebanding dengan petputaran uang, kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi.

Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini masih konsentrasi bangkitkan kembali perekonomian kota dengan pembenahan kawasan Malioboro di masa transisi menuju new normal.

Untuk itu, Wakil Walikota Heroe Poerwadi meminta para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi ujung tombak dalam membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat.

Heroe mengungkapkan dalam webinar bertema “Transisi Tatanan Baru: Membangkitkan UMKM Yogyakarta” yang diselenggarakan di ruang Yudhistira, komplek Balaikota Jogja, Selasa (23/6/2020).

Heroe menyampaikan bahwa pada saat ini kunjungan masyarakat ke pusat keramaian seperti Malioboro masih mengalami penurunan.

Dirinya mencatat setiap harinya kurang lebih 500-600 orang berkunjung ke pusat bisnis Kota Jogja itu.

“Kita sudah punya aplikasi QR Code yang bertujuan untuk memonitoring masyarakat yang berkunjung ke Malioboro. Kalau hari-hari biasa mencapai kurang lebih 5000 orang, kalau untuk hari libur bisa lebih dari itu,” katanya.

Ia mengatakan, banyaknya masyarakat yang berkunjung Malioboro belum tentu berhenti untuk berwisata, tetapi kebanyakan dari mereka hanya melewati jalan Malioboro.

“Asumsi pertama adalah mengapa orang tidak turun atau berjalan di sekitar Malioboro, dan masih banyak toko yang tutup.

Kepadatan jalan belum sebanding dengan perputaran uang, meskipun kita melihat di resto, cafe sudah ada yang penuh, tetapi emang belum merata,” papar Heroe Poerwadi.

Ia menambahkan, dengan demikian apakah masyarakat Yogyakarta belum percaya dengan kondisi atau memang hanya masyarakat Yogyakarta merasa bosan dengan keadaan rumah sehingga keluar rumah.

“Selama kita belum bisa memberi rasa aman dan nyaman di warung, resto, bahkan kota kita, masyarakat akan belum berani berkunjung. Kebetulan di Yogyakarta berada di zona hijau atau kuning,” ucapnya.

NEXT: Jaminan Rasa Aman