Yogyakarta Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 sampai 31 Juli 2020

Evaluasi Tanggap Darurat Covid-19 DIY. (Humas DIY)
Evaluasi Tanggap Darurat Covid-19 DIY. (Humas DIY)

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 sampai 31 Juli 2020.

Setelah kabupaten/kota dan jajaran Forkopimda melakukan evaluasi terhadap penerapan status Tanggap Darurat Bencana (TDB) Non Alam Covid – 19 DIY, mengarah kepada perpanjangan status TDB hingga 31 Juli 2020 mendatang.

Hasil evaluasi ini akan segera dilaporkan kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X supaya SK bisa sesegera mungkin diterbitkan.

Wagub DIY KGPAA Paku Alam X mengungkapkan, penting untuk mendengarkan masukan serta evaluasi dari kabupaten/kota karena merupakan wilayah paling teknis yang benar-benar mengerti kondisi masyarakat masing-masing.

Kondisi kesadaran masyarakat yang belum sepenuhnya sadar untuk melakukan protokol kesehatan menjadi salah satu yang digarisbawahi pada evaluasi kali ini.

“Kita tentu menyadari bagaimana euforia masyarakat ketika dihembuskan tentang new normal. Malioboro dan tempat lain menjadi sangat padat. Mereka mengabaikan protokol kesehatan,” ujar  Sri Paduka pada Rapat Evaluasi dan Tindak Lanjut Satuan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Covid – 19 DIY, Kamis (15/06) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

“Takutnya ketika tanggap darurat kita cabut sekarang, maka kita akan seperti provinsi lain yang meningkat kasusnya,” imbuh Sri Paduka.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY Drs. Biwara Yuswantana, M.Si menambahkan, fenomena yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini perlu dikaji dengan serius. Perlu ada peningkatan pemahaman, sosialisasi dan juga patroli-patroli.

Di sisi lain satu kondisi yang harus disiapkan adalah membuka aktivitas-aktivitas ekonomi seperti hotel, objek wisata kemudian juga perbelanjaan dan sebagainya yang saat ini itu sudah atau pada tahap persiapan-persiapan.

“Jadi tim verifikasi dari berbagai sektor dalam beberapa hari ini melakukan evaluasi verifikasi ke beberapa hotel, kemudian pusat perbelanjaan kemudian obyek wisata. Itu merupakan bagian dari persiapan-persiapan menuju aktivitas ekonomi yang kita sebut dengan normal,” ungkap Biworo.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Humas DIY