OCD Beach Cafe Pantai Lasiana, Tempat Terbaik Nikmati Sunset di Teluk Kupang, NTT

OCD Beach Cafe Pantai Lasiana, Kupang, NTT

SURYAYOGYA.COM –  Di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat sebuah kafe yang recommended; OCD Beach Cafe Lasiana.

Kafe yang berlokasi di tepi Pantai Lasiana ini juga memiliki beberapa kamar untuk penginapan (hostel).

Jika sebelumnya OCD Beach Cafe hanya memiliki satu fasilitas untuk menikmati kuliner khas NTT, kini mereka telah menambah fasilitas yang dinamai “OCD Sunset”.

OCD Sunset berlokasi persis di bibir Pantai Lasiana dengan pemandangan langsung ke lautan dan menjadi spot terbaik untuk menikmati saat-saat sang mentari tenggelam di ufuk barat (sunset).

Di sini pengunjung bisa duduk santai menikmati sunset sambil ditemani aneka kuliner khas NTT, seperti jagong bose, se’i (daging asap), ikan panggang, tumis bunga pepaya, jagung bakar, pisang epeh sambil seruput segarnya air kelapa muda, dan banyak lagi pilihan menu lainnya.

OCD Beach Cafe menjadi pilihan bagi banyak turis mancanegara yang sudah bosan dengan akomodasi di hotel-hotel berbintang dan lebih memilih penginapan yang tenang di tengah lingkungan alami.

Tergambar dari review para turis asing maupun domestik yang pernah menginap di OCD Hostel.

Di Booking.com, orang-orang asing dari berbagai negara yang pernah menginap di OCD Cafe dan Hostel memberikan review yang sangat positif.

“Keluarga yang menjalankannya sangat menyenangkan! Mereka membuat saya merasa betah dan bahkan mengundang saya untuk ikut perayaan keluarga! Mereka sangat baik dan sangat membantu!” review Rosa asal Spanyol di Booking.com.

“Homestay nyaman di tepi pantai di Kupang. Tempat itu indah dan nyaman, dalam gaya bohemian dan restoran dengan harga bagus dan makanan lezat. Kamarnya juga bagus dan bersih,” tulis Roger dari Spanyol.

“Staf yang ramah dan sangat membantu. [Harga] makanan yang terjangkau di restoran,” tulis Donna, turis Indonesia.

“Tempat yang sangat bagus untuk menginap, sarapan yang enak, dan staf yang sangat ramah,” review Mari dari Finlandia.(*)

Penulis: Eddy Mesakh