Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi 4-6 Meter Mulai Hari Ini Sampai 3 Juli 2020

Ilustrasi gelombang sangat tinggi.(Foto Daily Express)
Ilustrasi gelombang sangat tinggi.(Foto Daily Express)

YOGYKARTA, SURYAYOGA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini peluang terjadinya gelombang sangat tinggi, 4-6 meter, di perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peringatan dini peluang terjadinya gelombang tinggi di perairan selatan DIY tersebut berlaku hari ini, Rabu (1/7/2020) hingga Jumat (3/7/2020).

Seperti dikutip dari situs resmi BMKG, Rabu (1/7/2020), BMKG menyebutkan sejumlah wilayah perairan yang berpotensi terjadi gelombang sangat tinggi, 4-4 meter, pada 1-3 Juli 2020, termasuk perairan selatan DIY.

Wilayah perairan yang berpotensi terjadinya gelombang sangat tinggi 4-6 meter adalah sebagai berikut:

  • Perairan barat Kepulauan Mentawai
  • Perairan Enggano – Bengkulu Perairan barat Lampung
  • Samudra Hindia barat Kep.mentawai hingga Lampung
  • Selat Sunda bagian selatan dan barat
  • Perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba
  • Selat Bali-Lombok
  • Alas bagian selatan
  • Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Pulau Sumba

BMKG memperingatkan agar memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas1.25m

Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas1.5m)

Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas2.5m)

Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0m).

Peringatan dini gelombang tinggi merupakan informasi prakiraan gelombang untuk 2 hari ke depan yang akan diinformasikan jika terjadi gelombang tinggi lebih dari 1.25 meter dan bertahan selama 12 jam ke depan di sekitar perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku maksimal 2 hari sejak dikeluarkan dan diperbaharui setiap ada perubahan dan sebelum masa berlakunya habis.(*)

Penulis: Eddy Mesakh | Sumber: BMKG