YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Hewan kurban wajib disterilkan sebelum masuk ke Kota Yogyakarta. Hal ini untuk mencegah tersebarnya Covid 19 saat Idul Adha berlangsung pada akhir Juli ini.
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan, masyarakat perlu mencermati detail-detail yang bisa saja terlewat dari pengamatan, misalnya kebersihan tali untuk mengikat hewan.
“Sapi dan kambing harus mandi terlebih dahulu saat masuk Kota Yogyakarta. Tujuannya di samping membersihkan hewannya, sekaligus untuk membersihkan tali pengikat hewan kurban,” kata Heroe.
- Lima Hal yang Harus Diperhatikan saat Penyembelihan Hewan Kurban di Sleman
- Boleh Potong Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19, Tetapi Perhatikan Syarat Ini
- WHO Imbau Negara-negara Kembali Lakukan Lockdown
Heroe mencontohkan beberapa kasus gelombang kedua Covid 19 terjadi lantaran masyarakat kurang memerhatikan secara rinci. Misalnya kasus gelombang kedua covid di Korea Selatan yang bersumber dari gudang e-commerce.
“Kelihatannya sepele, tetapi hal tersebut terjadi di Korea Selatan. Lalu ada juga kasus hampir serupa di salah satu kota di Shanghai (China), walaupun sudah melandai, penularan terjadi melalui gudang makanan,” ungkapnya.
Menurutnya detail-detail seperti kebersihan gudang, hingga kebersihan tali pengikat hewan kurban sangat penting, mengingat bisa terjadi gelombang ke dua covid 19 melalui detail-detail kecil.
Dirinya mengungkapkan new normal adalah fase menantang ancaman karena mengundang banyak orang dari luar daerah datang.
“Ketika orang luar daerah datang kita harus siap dengan disiplin protokol-protokol kesehatan,” katanya.(*)
Editor: Eddy Mesakh | WartaJogjaKota