Tidak Ada Peta Zona Warna di Kota Yogya dalam Kasus Covid-19

Ilustrasi Red Zone. Pemerintah Kota Yogyakarta tidak memberlakukan zona warna penyebaran Covid-19.(Sumber: Northeast).
Ilustrasi Red Zone. Pemerintah Kota Yogyakarta tidak memberlakukan zona warna penyebaran Covid-19.(Sumber: Northeast).

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Tidak ada peta berdasar zona warna di Kota Yogyakarta terkait wabah Covid-19. Pemko Yogya memang tidak memberlakukan pemetaan pembagian wilayah berdasar zona merah, kuning, atau hijau.

Wakil walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa pada prinsipnya, sejak awal Pemko Yogyakarta memiliki data di mana saja zona merah, kuning, maupun hijau. Namun demikian hal tersebut tidak bisa diterapkan.

“Tidak bisa diterapkan, karena luas kelurahannya kecil, jika dibandingkan dengan wilayah lain. Misalnya kelurahan A adalah zona merah, sedangkan B zona Kuning, ini tidak bisa dikatakan satu kesatuan, karena saling berhubungan,”katanya.

Dia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta tidak merilis data pemetaan wilayah karena mengacu pada interaksi masyarakat antar kelurahan yang berdekatan dan menyatu.

“Mungkin kelurahan di Kota Yogyakarta luas hanya separuh dari Dusun yang ada di Kabupaten Sleman. Itulah alasan kami tidak merilis kelurahan zona hijau, kuning, atau merah,”paparnya.

Ditambah lagi interaksi antar masyarakat sudah menjadi satu kesatuan, interaksi tidak hanya antar-kelurahan saja tetapi juga antar kecamatan.

“Protokol Covid 19 harus diterapkan di manapun berada, tidak mengenal zona hijau atau merah,”imbuhnya.

Heroe mengatakan bahwa walaupun saat ini masa tanggap darurat Covid-19 diperpanjang, namun kota Yogyakarta tidak melakukan realokasi anggaran kembali.

Alasannya, masa perpanjangan tanggap darurat Covid-19 masih masuk kerangka biaya tidak terduga.

“Masih masuk kerangka tak terduga. Sebenarnya kita ini kan memasuki masa, kalau dalam tahapan pemerintah Kota, memasuki masa kebangkitan dan pemulihan ekonomi yang kemarin sudah kami anggarkan cukup besar, hampir Rp 100-an miliar,” paparnya.

Heroe mengatakan, dalam masa perpanjangan jangan dipahami bahwa Pemko Kota Yogyakarta tidak menyiapkan apapun untuk masa pemulihan.

“Saat ini adalah persiapan masa pemulihan tetapi kita tidak boleh abai, kita harus persiapkan protokolnya dengan serius tetap juga mengkondisikan masyarakat untuk terbiasa dengan protokol covid di manapun,” kata Heroe. (*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: WartaJogjaKota