Netizen Indonesia Marah China Klaim Batik, Ilmuwan Tiongkok Nilai Xinhua Gagal Paham

Batik adalah seni dekorasi tekstil dengan lilin dan pewarna.
Batik adalah seni dekorasi tekstil dengan lilin dan pewarna.

SURYAYOGYA.COM – Masyarakat Indonesia marah setelah kantor berita pemerintah China, Xinhua, memosting video bahwa batik adalah kerajinan tradisional ‘umum di antara kelompok etnis di China’

Postingan video 49 detik oleh Xinhua di twitter tersebut telah memicu protes keras  masyarakat Indonesia di media sosial

Ada perselisihan lama tentang asal-usul makanan dan tradisi seperti batik, rendang dan nasi lemak di antara Malaysia, Indonesia dan Singapura

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, memicu kegemparan di dunia maya dan tanpa disadari memicu persaingan lama Indonesia dan Malaysia, ketika berbagi video pada hari Minggu menggambarkan batik – seni menghias tekstil dengan lilin dan pewarna – sebagai “kerajinan tradisional yang umum di kalangan kelompok etnis di China”

Postingan video 49 detik di Twitter mengatakan kerajinan itu dipraktikkan oleh “kelompok etnis minoritas yang tinggal di Guizhou dan Yunnan”, merujuk pada dua provinsi di barat daya China.

Ini menarik teriakan pencurian kekayaan budaya yang dilontarkan ratusan orang Indonesia di media sosial.

Video tersebut juga mendorong Kementerian Luar Negeri Indonesia bahwa Xinhua perlu melakukan koreksi. Setelah itu, Xinhua membuat postingan lain yang menggambarkan batik sebagai “sebuah kata yang berasal dari Indonesia yang mengacu pada teknik pewarnaan menggunakan lilin yang dipraktikkan di banyak bagian dunia”.

Teuku Faizasyah, juru bicara Kemenlu Indonesia, mengatakan salah satu rekannya secara informal memberi tahu Xinhua bahwa kata batik berakar pada tradisi Jawa mengenai teknik pembuatan batik dalam budaya Indonesia.

“Xinhua mengakui kesalahannya karena tidak mengetahui bahwa kata batik berasal dari kosa kata Jawa. Apalagi batik Indonesia juga sudah diakui oleh Unesco, ”katanya.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) mencatatkan kerajinan batik Indonesia pada tahun 2009 sebagai warisan dunia takbenda.

Kemarahan terhadap Xinhua mirip dengan reaksi Indonesia terhadap Malaysia terkait asal-usul batik dan rendang, hidangan daging yang populer di kedua negara.

Saling klaim atas kerajinan tangan dan makanan sangat sering terjadi antara Indonesia, Malaysia, dan kadang-kadang Singapura, mengingat bahwa orang-orang telah bergerak melintasi batas-batas historis yang cair di wilayah tersebut untuk bekerja dan memulai kehidupan baru.

Pada tahun 2009, perselisihan tentang kepemilikan batik dan isu-isu lain membawa hubungan Indonesia-Malaysia ke titik terendah.

Ketika kemarahan terhadap orang Malaysia tumbuh di Indonesia, menteri pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi berusaha meredakan ketegangan dengan menjelaskan bahwa kedua negara tidak berada di ambang perang.

Netizen Singapura dan Malaysia berargumen, terkadang pahit, tentang asal usul nasi lemak, hidangan populer dari Semenanjung Melayu yang terdiri dari nasi yang dimasak dengan santan, dan disajikan dengan kacang tanah, telur rebus, mentimun, dan sambal pedas (pasta atau saus).

NEXT: Batik Sangat Sensitif bagi Indonesia