Tersangka Penipuan Investasi Bodong Tertangkap di Tempat Kost

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H, saat konferensi pers yang digelar Rabu (22/7/20), di Polda Kepri
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H, saat konferensi pers yang digelar Rabu (22/7/20), di Polda Kepri

SURYAYOGYA.COM – Tersangka penipuan investasi bodong di Batam terbongkar. Pria yang menjadi tersangka berinisial V alias K disergap Tim Reskrimum Polda Kepri di tempat perlariannya di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Tersangka melarikan diri Setelah melakukan penipuan dan penggelapan hingga kerugian ditaksir Rp 12,9 miliar.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H, saat konferensi pers yang digelar Rabu (22/7/20), di Polda Kepri memaparkan kronologi maupun modus yang dijalankan pelaku.

Baca:Tak Ingin Dicap Bujang Lapuk, 5 Shio Ini Bakal Menikah Tahun Ini

Baca:Dramatis, Pelaku Begal Kabur hingga Tewas Tabrakan di Simpang Gelael Batam

Baca:Keuangan Zodiak yang Beruntung Lusa, Rezeki 7 Zodiak Melambung Tinggi

“Berdasarkan dari Laporan Polisi nomor : LP-B/65/VI/2020/Spkt-Kepri, tanggal 26 Juni 2020, tersangka inisial V alias K yang pada saat melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan bekerja sebagai Kasir di salah satu Money Changer di daerah Nagoya, Kota Batam”.

“Ketika perbuatannya sudah mulai dicurigai oleh korban-korbannya, V alias K melarikan diri dan meninggalkan Kota Batam, serta menjual rumahnya yang berada di Batam”.

“Dengan begitu ia tidak bisa dihubungi lagi serta tidak diketahui lagi keberadaannya,” Tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Kemudian Tim Ditreskrimum Polda Kepri berhasil melacak keberadaan tersangka dan pada Senin, 13 Juli 2020 tersangka berhasil diamankan di Helios Kost Jalan Krida 18 Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan di polres Manado, Sulawesi Utara. Pada tanggal 18 Juli 2020 tersangka dibawa ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca:RAMALAN ZODIAK CINTA LUSA, Jumat 24 Juli 2020, Libra Lebih Ceria, Virgo Jangan Menyendiri

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H, saat konferensi pers yang digelar Rabu (22/7/20), di Polda Kepri
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno dan Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H, saat konferensi pers yang digelar Rabu (22/7/20), di Polda Kepri

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka diperoleh keterangan bahwa ada kurang lebih 11 orang yang menjadi korban dimana salah satunya merupakan Warga Negara Malaysia yang telah menjadi korban investasi bodong atau fiktif tersebut.

Total uang yang telah diterima tersangka selama menjalankan aksinya sekitar 12 Milyar lebih.” jelas Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka adalah dengan cara membujuk korban untuk melakukan Investasi penukaran pecahan uang $ 50,- (lima puluh dolar singapura) ditukar dengan uang pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura).

Ia mengiming-imingi, nantinya akan ada agen atau pembeli untuk pecahan uang $ 1.000,- (seribu dolar singapura) tersebut dan korban akan mendapat keuntungan dalam setiap 1 (satu) lembar pecahan $ 1.000,- (seribu dolar singapura) berupa point sebanyak 20 point atau sebesar Rp. 20.000.

“Keuntungan itu akan dibayarkan setiap harinya kecuali hari minggu kepada korban,” jelas Wadir Reskrimum Polda Kepri.

Baca:Keuangan Zodiak yang Beruntung Besok, 9 Zodiak Rezeki Mengalir Deras

Tersangka berinisial V alias K, jenis kelamin Laki-Laki beralamat di Komplek Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam itu akhirnya diamankan dengan barang bukti antara lain beberapa unit Handphone, Buku Tabungan, Kwitansi, Uang Tunai Rp. 13.000.000, dan Rekening Koran atas nama tersangka.

“Atas perbuatan nya tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau pasal 372 jo pasal 64 kuhp, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” jelas Wadir Reskrimum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid, S.Ik., M.H.

Dihimbau kepada korban lainnya untuk bersedia menyampaikan laporan pengaduan ke Polda Kepri. Saat ini korban yang telah melapor sebanyak dua orang.

“Disampaikan kepada Masyarakat untuk tidak tergiur dengan iming-iming investasi fiktif yang jelas tidak logis” tutup AKBP Priyo Prayitno.(pwk)