Mensesneg Pratikno: Prof Cornelis Lay Belah Celengan Bambu untuk Biaya Kuliah

Menteri Sekertaris Negara Prof Dr Pratikno, M Soc Sc
Menteri Sekertaris Negara Prof Dr Pratikno, M Soc Sc

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Sosok Almarhum Prof Dr Cornelis Lay membuat banyak orang mengaguminya. Menteri Sekertaris Negara Prof Dr Pratikno, M Soc Sc, dalam sambutan upacara pelepasan pemakaman di aula UGM, Kamis (6/8/2020) mengatakan,  Prof DR Cornelis Lay pernah belah celengan bambu untuk menempuh kuliah saat itu di Surabaya.

Diceritakan bahwa 6 September 2019, bersama teman-teman menerbitkan buku yang mengulas tentang perjalanan hidup almarhum Prof DR Cornelis Lay.

“Ulasan buku itu membuat saya tertegun bahwa perjalanan hidup dari Kupang ke Jawa tidaklah mudah. Berjuang untuk kuliah dari membelah celengan bambu sebagai biaya perjalanan ke Surabaya kala itu,” tutur Pratikno, haru.

“Jiwa yang tegar dan kuat serta sikap rendah hati membuat almarhum sangat dicintai dan disegani oleh teman-teman politiknya.”

Mensesneg Pratikno menambahkan bahwa saat ini bahkan lawan politiknya pun menghormati Pro Cornelis Lay sebagai pejuang dalam berbagai segi.

Petugas mengusung peti Jenazah almarhum Prof DR Cornelis Lay di kampus UGM, Yogyakarta. (Foto: Suryayogya.com/Gaga sallo)
Petugas mengusung peti Jenazah almarhum Prof DR Cornelis Lay di kampus UGM, Yogyakarta. (Foto: Suryayogya.com/Gaga sallo)

Pada akhir sambutannya, Mensesneg mengutip tulisan yang ditulis oleh Presiden Jokowi pada buku yang pernah diberikan setahun yang lalu kepada almarhum.

Tulisan itu berbunyi “Mas Coy yang kita kenal adalah seorang akedemisi, pemikir, dan kritisi yang tidak silau pada gemerlap jabatan, tidak terseret oleh arus kekuasaan, dan selalu berjuang untuk kemanusiaan.”

Pantauan Suryayogya.com, acara pelepasan oleh UGM berlangsung sekitar 30 menit, lalu jenazah dibawa ke pemakaman umum UGM untuk dimakamkan.

Keluarga beserta rombongan turut mengantar almarhum Prof DR Cornelis Lay ke tempat peristirahatan terakhir.(*)

Penulis: Gaga Sallo | Editor: Eddy Mesakh