Warga Tolak Aksi Demo di Seputaran Jalan Gejayan Yogya

Puluhan warga Jalan Gejayan Yogyakarta, menolak aksi demo yang biasanya bisa mengganggu kelancaran di jalan Gejayan tersebut Selasa (18/8).(suryayogya.com/gaga sallo)

YOGYAKARTA,SURYAYOGYA.COM – Sekelompok orang yang menamakan diri Paguyuban Gejayan Memanggil Ayem Tenteram (PGAT) melakukan aksi demonstrasi damai yang berlangsung di pertigaan Colombo, Yogyakarta, Selasa (18/08/2020).

PGTA dalam aksinya menyatakan menolak mahasiswa melakukan demonstrasi di kawasan Jalan Gejayan, yang selama ini sering digunakan sebagai tempat aksi.

Koodinator Lapangan ( Korlap) Iwan Setiawan kepada Suryayogya.com mengatakan bahwa ketika ada aksi dari mahasiswa, pasti menghambat kegiatan perekonomian warga di sekitar Jalan Gejayan.

Baca: Aksi Demonstrasi Mahasiswa Yogyakarta Warnai Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia

Baca: Ancaman Penjajahan terhadap Kemerdekaan Indonesia

Baca: Aksi Demontrasi Aliansi Rakyat Bergerak Bentrok dengan Massa lain

Kegiatan berjualan dan parkir yang biasa dilakoni warga Gejayan selama ini menjadi terhambat ketika ada aksi demo.

Iwan mengatakan bahwa pihaknya tidak melarang mahasiswa melakukan aksi demonstrasi, namun hendaknya di tempat lain.

“Kami warga di sini tidak melarang demo dari teman-teman mahasiswa tapi jika demonya di lokasi Gejayan maka kami larang,” tegasnya.

Dampak dari demo itu biasanya arus lalu lintas macet. Kegiatan jualan juga lumpuh total.

Warga sepakat menolak adanya aksi demo yang digelar di Jalan Gejayan.(suryayogya.com/gaga)

Beberapa poster dibentangkan dalam aksi ini. Poster-poster ini yang bertulisan kalimat yang intinya menentang jika ada aksi demonstrasi yang sering menggunakan bahu Jalan Gejayan.