BI Yogyakarta Akan Resmikan dan Luncurkan Jogja Pass dan Garebeg UMKM

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan menemui Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X  Senin (24/8/2020). (Foto: Humas DIY)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan menemui Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X  Senin (24/8/2020). (Foto: Humas DIY)

SURYAYOGYA.COM – Bank Indonesia Perwakilan Yogyakarta akan meresmikan aplikasi Jogja Pass dan Visiting Jogja serta meluncurkan website Garebeg UMKM.

Rencana peresmian dan peluncuran tersebut diketahui ketika Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan menemui Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X  Senin (24/8/2020) siang untuk memohon hadir dalam acara peresmian dan peluncuran tersebut.

Hilman Tisnawan bertemu dengan paku Alam X di Gedhong Pare Anom, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

Hilman menjelaskan bahwa aplikasi Jogja Pass dan Visiting Jogja akan diresmikan pada Kamis 27 Agustus 2020 pagi di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.

“Aplikasi ini sejatinya merupakan salah satu upaya Pemda DIY untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, mengingat beberapa destinasi wisata di DIY sudah mulai dibuka,” kata dia.

“Maka dari itu, melalui audiensi ini, kami bermaksud memohon kesediaan Wakil Gubernur DIY untuk hadir dalam agenda kami,” imbuh Hilman.

Hilman mengatakan bahwa keberadaan dua aplikasi buatan Dinas Pariwisata DIY dan Dinas Kominfo DIY ini dirancang mengingat wisatawan yang datang di Jogja itu berubah-ubah.

“Berbeda dengan ranah pendidikan, walau mahasiswa atau pendatang adalah orang luar DIY, keberadaan mereka di DIY itu jangka waktunya relatif lama. Misal 300.000 mahasiswa baru tiba di Jogja, mereka kan cenderung akan menetap,” katanya.

Hilman menambahkan; “Kalau wisatawan dengan jumlah segitu kan, cenderung silih berganti. Oleh karenanya, dibutuhkan pendataan yang pasti.”

Sri Paduka menyampaikan apresiasi atas hadirnya dua aplikasi tersebut.

“Jogja itu memang kekuatannya pendidikan dan pariwisata. Saya berpesan, bahwa data-data penting seperti nama pengunjung, nomor ponsel, dan juga alamat tinggal jangan sampai lupa untuk tidak disertakan agar Pemda dapat menghubungi pihak bersangkutan dengan segera jika terjadi sesuatu,” saran Sri Paduka.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: jogjaprov.go.id