Jaksa Sebut Brenton Tarrant Pembunuh Paling Keji di Selandia Baru

Jaksa penuntut Mark Zarifeh mengatakan di pengadilan bahwa pria bersenjata itu, Brenton Tarrant, tidak diragukan lagi adalah
Jaksa penuntut Mark Zarifeh mengatakan di pengadilan bahwa pria bersenjata itu, Brenton Tarrant, tidak diragukan lagi adalah "pembunuh paling keji di Selandia Baru". (Foto: JOHN KIRK-ANDERSON/STUFF)

CHRISTCRUCH, SURYAYOGYA.COM – Brenton Tarrant disebut sebagai “pembunuh paling keji” di Selandia Baru. Ini dikatakan oleh Jaksa Penuntut Mark Zarifeh di Pengadilan Tinggi Christchurch, Kamis (27/8/2020).

Brenton Tarrant (29) adalah pria bersenjata yang menyerang dan menembak jemaah masjid Al-Nur (An-Nur) dan Linwood Islamic Center Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019 silam.

Dia menyerbu dan menembaki jemaah secara membabi-buta saat mereka sedang ibadah salat Jumat.

Tarrant dituntut atas 51 pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan satu tuduhan terorisme.

Hakim Cameron Mander di Pengadilan Tinggi Christchurch telah menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat terhadap pelaku, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah hukum Selandia Baru.

Jaksa penuntut Mark Zarifeh mengatakan kepada pengadilan bahwa pria bersenjata itu tidak diragukan lagi adalah “pembunuh paling keji di Selandia Baru”.

Besarnya pelanggaran tidak ada bandingannya dalam sejarah kriminal Selandia Baru, katanya, dan bahkan tidak diragukan lagi jenis kasusnya tidak terbayangkan ketika sebuah undang-undang yang mengizinkan penjahat untuk dipenjara seumur hidup dibuat pada tahun 2010.

Merencanakan Secara Matang