Bebek Rizky, Satu-satunya Bebek Goreng Sambal Hitam di Sepanjang Jl Godean

Bebek goreng Rizky Jl Godean Km 9, Yogyakarta. (Foto: Suryayogya.com/Sawabi Chen)
Bebek goreng Rizky Jl Godean Km 9, Yogyakarta. (Foto: Suryayogya.com/Sawabi Chen)

SURYAYOGYA.COM – Jika dihitung, panjang jalan dari ujuing Jl Kyai Mojo hingga Sungai Progo, Yogyakarta, ada sekitar 15 kilometer lebih. Ada satu makanan spesial di sana. Dan, uniknya hanya ada satu warung yang menjual. bebek goreng khas Madura sambal hitam.

Warung-warung tenda menjual menu bebek goreng sebenarnya banyak. Namun hanya di Warung Bebek Rizky yang terletak di Dusun Senuka, Jl Godean Km 9 inilah bisa ditemukan sajian seperti itu.

Menempati kios ukuran 5X5, Rizky pemilik warung asal Bangkalan memulai menjajakan bebek goreng pukul 17.00. “Kalau siang, kami jualan soto ayam khas Madura. Malamnya, kami jualan bebek dan ayam goreng,” katanya.

Agak malu-malu, Rizky menyebutkan berapa ekor bebek dan ayam dihabiskan setiap malamnya. “Ah belum banyak juga. Kami belum lama buka di sini. Paling setengah tahun lalu. Belum banyak yang kenal dan tahu tempat ini,” katanya.

Rizky memadukan ayam dan bebek sekaligus untuk melayani pembeli. “Harga bebek kan lebih mahal dibanding harga ayam. Selain itu juga terkadang pasangan suami istri yang seleranya beda. Suami suka bebek, istri suka ayam,” katanya.

Namun meski beda, sambalnya tetap sama. “Ya sambal hitam semua,” ujarnya.

Menurut Rizky, untuk mendapatkan bebek potong di Yogya tidak begitu sulit. “Tapi saya belum menemukan pemasok dengan harga yang lebih murah lagi, biar bisa jualan lebih murah juga,” katanya dalam logat Bangkalan yang kental.

Sambal hitam bikinan Rizky dan istrinya memang sangat khas. Bahkan ada yang berseloroh, “Jika boleh saya cukup beli nasi dan sambal saja. Karena sudah enak,” katanya. Dalam istilah Jawa, sambal bikinan Rizky termasuk nglawuhi. Bisa menambah selera makan. Pedasnya tidak terlalu menyengat, tetapi sangat terasa.

“Itu bahan bakunya juga dari minyak bebek. Ketersediaan sambal tergantung berapa ekor saya memotong bebek. Semakin banyak bebek yang saya potong, sambal yang saya siapkan juga akan lebih banyak. Begitu juga sebalinya,” ujar pria beranak satu ini. (*)

Penulis: Sawabi Chen