Realisasi Investasi di DIY Semester I/2020 Capai Rp1,5 Triliun, Serap 1.608 Tenaga Kerja

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM   – Realisasi investasi pada semester I/2020 di Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai Rp 1,5 triliun.

Itu terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 1,48 triliun dan realisasi PMA sebesar Rp 21,4 miliar.

Data tersebut melambat 28,30 % jika dibandingkan dengan realisasi investasi semester yang sama tahun 2019.

Demikian dipaparkan Kepala DPPM DIY Agus Priyono dalam konferensi pers di ruang Rapat DPPM Lantai II Jalan Janti, Gedhong Kuning, Yogyakarta, Jumat (27/8/2020) yang juga dihadiri seluruh jajaran Pejabat DPPM DIY.

Dikatakan Agus Priyono, pada Semester I/2019 jumlah proyek/titik usaha terverifikasi BPPM RI sebanyak 198 PMDN dan 200 PMA (398 proyek/titik usaha.

Sementara Semester I tahun 2020 jumlah proyek/titik usaha terverifikasi DPPM RI hanya 1.115 proyek/titik usaha (PMDN 838 dan PMA 277) berasal dari 261 perusahaan (PMDN 166 dan PMA 95)

Lima negara teratas yang merealisasikan investasinya di Semester I/2020 yaitu: Korea Selatan (27,8%) didominasi sektor industri barang dari kulit dan alas kaki.

Australia (15,1%) didominasi sektor pertambangan. Amerika Serikat (12,6%) didominasi sektor hotel dan restoran, Singapura (11,7%) didominasi sektor hotel dan restoran, serta Belgia (9,8% didominasi di sektor perdagangan dan reparasi.

Sementara untuk DIY, Agus Priyono menuturkan bahwa capaian Semester I/2020 tersebut didominasi oleh sektor transaportasi, gudang dan telekomonikasi senilai Rp 1,23 triliun atau 81,9%.

Sektor yang selanjutnya adalah hotel dan restoran senilai Rp 213.84 milyar atau 14,2%, serta sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp.23,65 miliar atau 1,6%.

Berdasarkan sebaran capaian realisasi investasi PMA dan PMDN di Kabupaten/Kota se-DIY: Kabupaten Kulonprogo capaian realisasi terbesar senilai Rp 1,2 triliun didominasi dari sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi.

Kota Yogyakarta Rp 206,2 miliar didominasi hotel dan restoran, Kabupaten Sleman Rp 50,3 miliar didominasi tranasportasi, gudang dan telekomunikasi; Bantul Rp 18,5 miliar didominasi di sektor industri makanan; dan Kabupaten Gunungkidul senilai Rp 388,5 juta di sektor hotel dan restoran.

Serap 1.601 Tenaga Kerja