Peternak Burung Perkutut, Omzet Naik Justru Saat Pandemi Covid-19

Alex berdiri di depan kandang umbaran miliknya.(Foto: Suryayogya.com/Sawabi Chen)
Alex berdiri di depan kandang umbaran miliknya.(Foto: Suryayogya.com/Sawabi Chen)

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Beternak burung anggungan (perkutut, derkuku, dan puter pelung), sangat menjajikan. Seperti yang dialami Alex (59), warga Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta.

Ditemui di rumahnya Rabu (2/9/2020). Alex mengaku tidak ada masalah dengan pandemi Covid-19. “Justru ada kecenderungan naik omzet saya,” katanya mengawali cerita.

Sebelum terjadi pandemi Covid-19, omzet bulanan Alex dari hasil penjualan perkutut dan puter pelung, rata-rata Rp 15 juta.

“Sebagai contoh, kenaikan omzet, puncaknya di bulan Juni 2020. Bulan itu dari sekitar 50 transaksi, saya meraih penghasilan Rp 60 juta,” katanya seraya menunjukkan catatan penjualnya dalam rupa buku yang sederhana.

Namun begitu, omzet peternak itu tidak ajek. “Kadang naik, kadang turun. Tetapi dibanding tahun 2019, rata-rata per bulan penghasilan saya naik,” katanya tanpa tedeng aling-aling.


Alex yang memilih pensiun dini dari pekerjaanya sebagai guru di sebuah yayasan di Yogyakarta ini mengaku bekerja dengan cinta. “Ya saya bekerja fokus di ternak burung. Tidak memikirkan pekerjaan yang lain,” katanya.

Seperti Merawat Anak Sendiri