Sumbu Imajiner Diajukan Jadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda Ke UNESCO

Tim Penyiapan Yogyakarta Warisan Dunia mengadakan rapat bersama dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (07/09/2020) di Dalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Tim Penyiapan Yogyakarta Warisan Dunia mengadakan rapat bersama dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Senin (07/09/2020) di Dalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

YOGYAKARYA, SURYAYOGYA.COM – Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini sedang mengajukan Sumbu Filosofi DIY menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia Tak Benda kepada UNESCO.

Seperti diketahui bersama, Sumbu Filosofi adalag garis imajiner yang yang menghubungkan antara Merapi, Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak dan laut selatan.

Terkait dengan hal tersebut, Tim Penyiapan Yogyakarta Warisan Dunia mengadakan rapat bersama dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Senin (07/09/2020) di Dalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Hal ini sesuai dengan data yang yang didapat suryayogya.com pada portal resmi humas Pemda DIY, Selasa (08/09/2020).

.Baca:Sebagian Pengunjung Pasar Beringharjo Belum Taat Protokol Kesehatan

Rapat dihadiri oleh Sekda DIY, Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Perhubungan DIY, Dewan Kebudayaan DIY, Dinas PU, Bappeda, Keraton Yogyakarta serta Tim Penyiapan Yogyakarta Warisan Dunia.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Sumadi, S.H., M.H., mengungkapkan, rapat tersebut digelar guna mendapatkan arahan Gubernur DIY mengenai proses pengajuan Sumbu Filosofi sebagai warisan dunia.

Proses sudah berlangsung, dan terjadi pengembangan nilai tambah pada Sumbu Filosofi.

“Saat ini bagaimana mengubah pola pikir DIY menghadap selatan. Bukan sekedar melihat DIY dari Borobudur. Tapi dari sisi laut selatan. Ini yang sedang kita proses,” ungkap Sumadi.

.Baca:Pemda Kabupaten Sleman Berikan 120 Paket Bantuan

.Baca:Wakil Walikota Yogya Ingatkan Waspada OTG Covid-19