Tanah Kesultanan dan Kadipaten di DIY Sebagian Dikuasai Oleh Rakyat

Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD. Pada Rakor Gugus Tugas Reformasi Agraria DIY tahun 2020, Kamis (10/09/2020) di Hotel Grand Dafam Rohan, Banguntapan, Bantul. yang hadir secara virtual Foto : Istimewa
Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD. Pada Rakor Gugus Tugas Reformasi Agraria DIY tahun 2020, Kamis (10/09/2020) di Hotel Grand Dafam Rohan, Banguntapan, Bantul. yang hadir secara virtual Foto : Istimewa

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Dr. Sofyan A. Djalil, S.H., M.A., M.ALD. Pada Rakor Gugus Tugas Reformasi Agraria DIY tahun 2020, Kamis (10/09/2020) di Hotel Grand Dafam Rohan, Banguntapan, Bantul, yang hadir secara virtual menyampaikan bahwa.

Reforma Agraria pada tiap daerah tentunya tidak sama dan pasti memiliki ciri khas tersendiri. Di Yogyakarta reformasi agraria sebagian besar dapat dilihat dari pemanfaatan tanah kesultanan dan kadipaten.

Kedua tanah ini memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi masyarakat DIY.

“Sebagian besar tanah Kasultanan dan Kadipaten sekarang sudah menjadi tanah yang dikuasai dan dimanfaatkan oleh rakyat. Nah itulah contoh reforma agraria yang sangat baik. Masing-masing daerah memang punya cirinya sendiri,” ungkap Sofyan.

.Baca:Kepolisian Polres Sleman Akan Gelar Operasi Yustisi Penggunaan Masker

Tahapan reforma agraria menurut Sofyan harus dikonsolidasikan, sehingga rakyat yang selama ini telah memanfaatkan dan menggunakan tanah Kasultanan dan Kadipaten memiliki legalitas formal dan pengakuan. Namun juga yang perlu diingat, ada kewajiban juga didalam tanah yang mereka gunakan.

.Baca:Wakil Gubernur DIY Buka Rakor Gugus Tugas Reformasi Agraria DIY

.Baca:Wakil Walikota Yogyakarta Berikan Surat Hasil Verifikasi Kepada 3 Restoran Yang Lolos Verifikasi