BKKBN Ajak Tingkatkan Ketahanan Keluarga Dengan Asah, Asih dan Asuh

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara sosialisasi program Bangga Kencana dan Pencegahan Covid-19 berbasis keluarga di kampung Flory, Beran, Tridadi, Sleman, Sabtu (12/09/2000) .
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara sosialisasi program Bangga Kencana dan Pencegahan Covid-19 berbasis keluarga di kampung Flory, Beran, Tridadi, Sleman, Sabtu (12/09/2000) .

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Memasuki masa kebiasaan baru, setiap perilaku anggota keluarga harus dapat beradaptasi untuk mencegah penularan Covid-19. “Salah satu cara untuk memperkuat ketahanan keluarga adalah meningkatkan asah, asih dan asuh.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dalam acara Sosialisasi Program Bangga Kencana dan Pencegahan Covid-19 berbasis keluarga di Kampung Flory, Beran, Tridadi, Sleman, Sabtu (12/09/2000) .

.Baca:Pemda Sleman Serahkan 898 IMB Kepada Masyarakat

Dijelaskan bahwa untuk mencegah penularan tersebut diperlukan upaya untuk memulihkan dan memperkuat ketahanan keluarga. Salah satu cara untuk memperkuat ketahanan keluarga adalah meningkatkan asah, asih dan asuh

Peningkatan asah, asih dan asuh dalam keluarga menurutnya sebagai cerminan dari delapan fungsi keluarga, sehingga terwujud keluarga berkualitas yang ditandai dengan tentram, bahagia dan mandiri. Dalam masa pandemi, upaya anggota keluarga untuk dapat beradaptasi secara aktif dalam upaya pemutusan Covid-19 sangat penting.

.Baca:Resolusi Pandemi Dengan Modernisasi Konsep Among Tani

.Baca:Yogyakarta Memasuki Resesi, Pertumbuhan Ekonomi -6,74%