Gubernur DIY : Pengendalian Keseimbangan Sektor Ekonomi dan Kesehatan Layaknya Seorang Kusir Andong

Penulis: Gaga Sallo/ Editor: Yeni

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang melihat karya karya seni dari masyarakat Yogyakarta sebagai bentuk menaikan tingkat ekonomi pariwisata Yogyakarta. Foto : Gaga Sallo/suryayogya.com
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sedang melihat karya karya seni dari masyarakat Yogyakarta sebagai bentuk menaikan tingkat ekonomi pariwisata Yogyakarta. Foto : Gaga Sallo/suryayogya.com

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Gubernur DIY yang bertindak sebagai keynote speaker dalam Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang digelar di MICC Hall, Alana Hotel, Sleman, Senin (14/09/2020)

menuturkan bahwa pengendalian keseimbangan sektor ekonomi dan kesehatan layaknya seorang kusir andong pemula yang perlu belajar tarik-ulur tali kekang untuk mengendalikan arah dan laju lari sang kuda. “Namun demikian, inflasi di satu sisi dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

.Baca:BKKBN Ajak Tingkatkan Ketahanan Keluarga Dengan Asah, Asih dan Asuh

Namun, inflasi rendah akibat COVID-19 justru mempersulit stabilitas ekonomi, karena harga komoditas turun dan pendapatan masyarakat juga rata-rata turun drastis.

Meski harga murah, tetap tidak terjangkau oleh daya beli. Sebaliknya, jika terjadi deflasi, pasti disertai penurunan harga, juga menurunkan tingkat pendapatan dan laba perusahaan,” jelas Ngarsa Dalem.

Ngarsa Dalem melanjutkan bahwa DIY telah mengalami deflasi per Agustus 2020 sebesar 0.04 persen (month to month/mtm). Deflasi ini terjadi di tengah aktivitas ekonomi yang mulai bergerak, terutama industri pariwisata dan perdagangan ritel. Angka tersebut menjadikan laju inflasi secara akumulatif hingga Agustus 2020 sebesar 0,68 persen (year to date/ytd) atau 1,64 year on year/yoy) secara tahunan.

.Baca:Pemda Sleman Serahkan 898 IMB Kepada Masyarakat

.Baca:Resolusi Pandemi Dengan Modernisasi Konsep Among Tani