Resolusi Pandemi Dengan Modernisasi Konsep Among Tani

Konsep Among Tani yang dilakukan oleh Pieter Maurits di Pugeran RT 10 RW 64 Maguwoharjo Depok Sleman....Pemanfaat pekarangan Rumah yang dapat meningkatkan perekonomian dan dapat bertahan dimasa pandemi covid 19 sebagai cadanhan lumbung pangan. Foto : Gaga Sallo/suryayogya.com
Konsep Among Tani yang dilakukan oleh Pieter Maurits di Pugeran RT 10 RW 64 Maguwoharjo Depok Sleman....Pemanfaat pekarangan Rumah yang dapat meningkatkan perekonomian dan dapat bertahan dimasa pandemi covid 19 sebagai cadanhan lumbung pangan. Foto : Gaga Sallo/suryayogya.com

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan ada baiknya untuk melakukan modernisasi konsep Among Tani. Oleh karena itu, kita perlu menyediakan cadangan lumbung pangan yang menciptakan kedaulatan pangan. Hal ini dikatakan saat rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang digelar di MICC Hall, Alana Hotel, Sleman, Senin (14/09/2020)

Menurut Gubernur modernisasi konsep among tani dengan membangkitkan rasa dan menjaga senyawa semangat di tengah kegetiran dan keterbatasan ruang yang kita hadapi.

Ia berharap dukungan dan penyebaran informasi dan membagikan langkah ini sebagai resolusi Pandemi Covid-19. Lawan Corona dengan terus kreatif berkarya di lahan sendiri,” tegas Sultan.

.Baca:Yogyakarta Memasuki Resesi, Pertumbuhan Ekonomi -6,74%

.Baca:Rapat Pleno KPU Sleman Keabsahan Dokumen Paslon

.Baca:15 Orang Terkena Sanksi Bela Negara Operasi Yustisi Penggunaan Masker

Konsep Among Tani yang dilakukan oleh Pieter Maurits di Pugeran RT 10 RW 64 Maguwoharjo Depok Sleman....Pemanfaat pekarangan Rumah yang dapat meningkatkan perekonomian dan dapat bertahan dimasa pandemi covid 19 sebagai cadanhan lumbung pangan. Foto : Gaga Sallo/suryayogya.com
Konsep Among Tani yang dilakukan oleh Pieter Maurits di Pugeran RT 10 RW 64 Maguwoharjo Depok Sleman. Pemanfaat pekarangan rumah yang dapat meningkatkan perekonomian dan dapat bertahan dimasa pandemi Covid 19 sebagai cadangan lumbung pangan. Foto : Gaga Sallo/suryayogya.com

Sebagai langkah mitigasi awal untuk merealisasikan konsep tersebut, perlu adanya pembangunan aklimatisasi pola sosial untuk menyatukan permasalahan dan solusi dalam satu eco-system ruang pikir yang sama.

Di masa pandemi ini, kita bersama perlu memotong gerak kerawanan Covid-19, dengan melibatkan setiap “penggerak” tubuh untuk “back to nature” pada kesejatian jati diri pada kemandirian dan kedaulatan pangan yang pernah imajinasi mimpi kita sebagai bangsa agraris.

Kiranya mimpi ini akan terwujud dalam ujian pandemi ini,” tukas Sultan.(*)