Yogyakarta Memasuki Resesi, Pertumbuhan Ekonomi -6,74%

Penulis: Gaga Sallo/ Editor: Yeni

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan mengatakan bahwa DIY menjadi yang paling terdampak dari berhentinya aktivitas manusia akibat pandemi, Penurunannya hingga mencapai -6,74%.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan mengatakan bahwa DIY menjadi yang paling terdampak dari berhentinya aktivitas manusia akibat pandemi, Penurunannya hingga mencapai -6,74%.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menandatangani nota kesepakatan mengenai pengembangan dan pemanfaatan ekonomi di DIY bersama dengan sejumlah pimpinan bank yakni Bank Indonesia, BRI, BNI, dan BPD DIY.

Agenda tersebut dilakukan dalam rangkaian acara Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang digelar di MICC Hall, Alana Hotel, Sleman, Senin (14/09/2020) pagi.

Pada sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Hilman Tisnawan mengatakan bahwa ekonomi global terkontraksi pada 2020. “Ekonomi global terkontraksi pada triwulan II 2020 dan diperkirakan masih menurun pada triwulan III 2020, sebelum kembali membaik pada triwulan IV 2020.

.Baca:Rapat Pleno KPU Sleman Keabsahan Dokumen Paslon

Pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2021 akan meningkat, termasuk Indonesia. Hal ini didorong adanya dampak positif kebijakan yang ditempuh di banyak negara tahun 2020.

Di samping itu, Hilman mengatakan bahwa DIY memasuki resesi dengan pertumbuhan negatif pada dua kuartal berturut-turut. “Daerah pariwisata seperti DIY dan Bali menjadi yang paling terdampak dari berhentinya aktivitas manusia akibat pandemi. Penurunannya hingga mencapai -6,74%. Namun demikian, sektor pertanian justru masih mampu bertumbuh,” jelas Hilman.

.Baca:Pelaku Begal Diringkus Polresta Yogyakarta

.Baca:15 Orang Terkena Sanksi Bela Negara Operasi Yustisi Penggunaan Masker