Mengapa MU Diberi Penalti Padahal Wasit Sudah Bunyikan Peluit Akhir? Ini Penjelasannya

Penalti gelandang MU Bruno Fernandes memberikan kemenangan 3-2 atas Brighton di Amex Stadium, , Sabtu (26/9/2020). Penalti masih diberikan wasit kendati peluit akhir telah dibunyikan. (Foto: Premierleague.com)

SURYAYOGYA.COM – Manchester United diperbolehkan melakukan tendangan penalti,  padahal wasit Chris Kavanagh sudah meniup peluit panjang untuk mengakhiri pertandingan Brighton & Hove Albion vs Manchester United di Amex Stadium, Sabtu (26/9/2020).

Wasit mengakhiri pertandingan saat kedudukan imbang 2-2. Sehingga kedua tim harus berbagi poin satu.  Tetapi akhirnya MU memenangkan laga melalui tendangan penalti yang dituntaskan oleh Bruno Fernandes.

Skuad Ole Gunnar Solskjaer akhirnya menang tipis 3-2 melawan Brighton. Tapi mengapa MU diizinkan mengambil penalti setelah pertandingan sudah berakhir?

.Baca: Almarhum Black Finit Dijemput Alumni IKAMASI Maumere di Bandara Frans Seda

.Baca: Konvoi Mengantar Jenazah Sang Pelantun “Digiyo Digiye” Asal Maumere di Batas Kota Yogyakarta

MU mendapatkan tendangan penalti melawan Brighton setelah peluit akhir?
Itu setelah para pemain memprotes karena wasit tidak melihat bola mengenai tangan Neal Maupay saat berupaya menghalangi tandukan Harry Maguire di Menit 90+3.

Penalti diberikan karena insiden handball terjadi sebelum wasit Chris Kavanagh meniup peluit penuh. Itu memungkinkan VAR untuk memeriksa insiden tersebut.

Sundulan Harry Maguire membentur lengan Neal Maupay yang terangkat, yang digagalkan oleh Solly March – beberapa detik sebelum peluit ditiup pada menit ke-98.

Game diizinkan untuk dimulai kembali setelah pemeriksaan VAR, meskipun wasit telah meniup peluitnya untuk menandai akhir pertandingan.

Tidak Ada Batasan Waktu untuk Tinjauan Insiden