Walikota Yogyakarta: Covid-19 Bukan Penyakit Kutukan, Jadi Mohon Jangan Dikucilkan

Penulis: Gaga Sallo / Editor: Eddy Mesakh  

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menegaskan bahwa bahwa Covid-19 bukan penyakit kutukan.
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menegaskan bahwa bahwa Covid-19 bukan penyakit kutukan.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM –Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, Covid-19 bukan penyakit kutukan, sehingga dia meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan para penderita Covid-19.

Kata Suyuti, “orang yang kena Covid-19 itu bukan karena dia dosanya besar atau segala macam, sehingga jangan mengucilkan pasien Covid-19 yang berada di sekitar lingkungan kita.”

Dijelaskan Suyuti pada Rabu (14/10/2020) bahwa masyarakat yang terpapar Covid-19 justru harus memberikan semangat, bukan malah dikucilkan, sama dengan pasien orang tanpa gejala (OTG) yang mengisolasi dirinya di rumah, juga jangan dikucilkan, tapi dikondisikan agar mereka tidak dapat menularkan kepada orang lain.

BACA JUGA:

Walikota mengajak kepada masyarakat agar berempati terhadap kondisi pasien yang positif terpapar Covid-19.

“Bayangkan kalau kita sakit, lalu kita kesulitan mendapatkan makanan, lalu keluarga kita tidak boleh keluar. Maka apa yang terjadi pada kita?” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta terus menyosialisasikan kepada warga Kota Yogyakarta untuk terus menaati protokol kesehatan, seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta memakai masker.

“Bukan social distancing-nya, tapi physical distancing yang mesti dijaga, karena pada realisment jarak sosial itu dalam konteks kami sebagai warga dan pertemanan atau persaudaraan di Kota Yogyakarta secara sosial tidak ada jarak, tapi yang harus dijaga itu adalah jarak fisiknya. Menjaga jarak sosial tapi jarak fisiknya tidak terjaga, bahaya. Selain itu menjauhi kerumunan,” jelasnya.(*)