Ketua PKL Malioboro Mendukung Rencana Pemda DIY Membuat Jalur Malioboro Tanpa Kendaraan Bermotor

Penulis : Gaga Sallo

Ketua Umum Pedagang Kaki lima (PKL) Kawasan Jalan Malioboro sampai Ahmad Yani Slamet Santoso kepada suryayogya.com Selasa 27/10/2020. Foto: Gaga Sallo
Ketua Umum Pedagang Kaki lima (PKL) Kawasan Jalan Malioboro sampai Ahmad Yani Slamet Santoso kepada suryayogya.com Selasa 27/10/2020. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Rencana Pemerintah DIY merubah jalan Malioboro dari yang sebelumnya dilewati kendaraan bermotor, namun sejak tanggal 03 November 2020 nanti akan diperuntukan bagi Pejalan Kaki, Andong dan Becak. Mendapat dukungan dari Ketua PKL yang berlokasi di Kawasan Malioboro.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Pedagang Kaki lima (PKL) Kawasan Jalan Malioboro sampai Ahmad Yani Slamet Santoso kepada suryayogya.com Selasa 27/10/2020.

.BACA : BI DIY dan TPID DIY Akan Menjaga Penyebaran Stok Pangan

.BACA : Hobi Memelihara Ikan dan Ternak Sapi, Sumarno Polisi Yang Masih Aktif di Polres Sleman Menjadi Inspirasi Banyak Orang 

.BACA : Kegiatan Malioboro Berface Shield yang Diselenggarakan Polresta Yogyakarta

Menurut Slamet bahwa rencana pemerintah itu bagi kami PKL sangat menguntungkan dari sisi pendapatan, berhubung semua pengunjung Malioboro diarahkan untuk berjalan kaki masuk ke kawasan Malioboro.

“Bagi saya ketika pengunjung berjalan kaki, maka secara langsung ada interaksi antara penjual dan pembeli,” ujar Slamet.

Namun menurut Slamet Pemda DIY perlu melihat lagi masalah parkir bagi pengunjung yang datang ke Malioboro, karena parkir adalah hal terpenting untuk persoalan ini. Jika parkirnya belum tertata dengan baik maka maka akan membawa dampak buruk bagi PKL sendiri.