Aksi Demo Mahasiswa Warnai Hari Sumpah Pemuda Di Yogyakarta

Penulis : Gaga Sallo

Aksi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Jl. Laksda Adisucipto, No. 165, Ds. Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman aksi terus dilakukan dibawa guyuran hujan deras.
Aksi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Jl. Laksda Adisucipto, No. 165, Ds. Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman aksi terus dilakukan dibawa guyuran hujan deras.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Hari peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober di Yogyakarta diwarnai aksi demo dari Mahasiswa yang menamai diri dengan Aliansi Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) Yogyakarta.

Bertempat di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Jl. Laksda Adisucipto, No. 165, Ds. Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman aksi terus dilakukan dibawa guyuran hujan deras.

Masa aksi yang berjumlah sekitar puluhan terus menyuarahkan tuntutan sebagai bentuk perlawanan terhadap disahkan UU Cipta kerja oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

.BACA : Tanggap Bencana Alam, Dandim Sleman Pimpin Apel Siaga

.BACA : BEM se DIY Dukung Yogyakarta Damai dan Tolak Demo Anarkis

.BACA : Walikota Yogyakarta: Rapatkan Barisan Antisipasi Libur Panjang Di Yogyakarta

Guyuran hujan deras tidak menyurutkan masa aksi terus bertahan sampai pembacaan tuntutan dari aksi.

Dalam aksi yang mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian masa aksi menyeruhkan beberapa poin yaitu dengan tema “Kaum Muda dan Rakyat Bersatu : Cabut Omnibus Law, Hancurkan Kapitalisme dan Wujudkan Reforma Agraria Sejati”.

Inti dari orasi yang disampaikan oleh masa aksi adalah Dalam setiap tahun, khususnya tanggal 28 Oktober menjadi hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam hal memperingati hari sumpah pemuda yang kerap dijadikan momentum untuk membangun semangat perlawanan kaum muda terhadap segala bentuk penindasan dan ketidakadilan di tanah air mulai terdegradasi.

.BACA : Menggunakan Surat Kuasa Palsu Kepala Pedukuhan Tegiri II Kulonprogo Cairkan Dana Covid 19

.BACA Ketua PKL Malioboro Mendukung Rencana Pemda DIY Membuat Jalur Malioboro Tanpa Kendaraan Bermotor

Ketidakpastian terutama dari jaminan dan perlakuan Negara saat ini, baik dalam produk hukum dan segudang kebijakan rezim Jokowi dan wakilnya Ma’ruf Amin ketika saat itu dilantik pada tanggal 20 Oktober 2019.

Omnibus Law dengan berbagai penamaan Undang-undangnya yang dari awal sudah ditolak oleh Pemuda dari lapisan elemen seakan-akan kebal hukum. Reazim baik eksekutif maupun legislatif dengan beraninya menipu rakyat secara umum dengan membangun opini bahwa investasi .

Kaum muda yang akhirnya kaum muda yang akan menjadi korban kesengsaraan, kemiskinan, dan korban dimasa depan dengan berbagai upaya pembangunan Negara yang dibangun oleh pemerintahan serta elit partai politik borjuasi saat ini.

Omnibus Law dan Masa Depan Pendidikan.Pandemi Covid-19 saat ini sehingga melupakan arah pendidikan Nasional ke depan, dalam retorika kebijakan maupun melalui Undang-undang. sehingga prinsip penyelenggaraan pendidikan lebih mengikuti mekanisme pasar.