Pusat Studi UGM Ungkap Bahaya Penggunaan Knalpot Blombongan

Penulis: Gaga Sallo / Editor: Eddy Mesakh

Ditlantas Polda DIY menggelar kegiatan focus group discussion pelanggaran lalu lintas tentang persyaratan laik jalan berkaitan dengan knalpot blombongan. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Anton Sudjarwo Polda DIY, Rabu 11/11/2020
Ditlantas Polda DIY menggelar kegiatan focus group discussion pelanggaran lalu lintas tentang persyaratan laik jalan berkaitan dengan knalpot blombongan. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Anton Sudjarwo Polda DIY, Rabu 11/11/2020

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM –Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ungkap bahaya penggunaan knalpot “blombongan”.

Knalpot bloimbongan atau umum dikenal sebagai knalpot “racing” memiliki bunyi berisik yang sangat mengganggu pengendara lain dan lingkungan sekitarnya. Hal ini jelas telah menyalahi aturan.

Tetapi bukan hanya itu. Menurut Muhammad Zudhy Irawan, ST dari Tim Pustral UGM, knalpot tersebut juga memacu orang untuk ngebut sehingga meningkatkan peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas.

BACA JUGA:

Muhammad Zudhy Irawan mengungkapkan hal itu dalam kegiatan focus group discussion (FGD) pelanggaran lalu lintas, Rabu (11/11/2020) bersama Ditlantas Polda DIY. Diskusi itu membahas pelanggaran lalu lintas tentang persyaratan laik jalan berkaitan dengan knalpot blombongan.

Kata dia, dampak blombongan knalpot di antaranya meningkatkan polusi suara dan udara, memacu untuk spreeding/mengebut, dan melanggar lalu lintas.

Juga mengganggu pengendara lain serta meningkatkan probabilitas kecelakaan, baik bagi pengendara itu sendiri maupun terhadap pengendara lain.

Kegiatan itu dilaksanakan di gedung Anton Sudjarwo Polda DIY dan dibuka oleh Dirlantas Polda DIY AKBP Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si yang diikuti oleh Kabidhumas, Kabidkum, Kabid Propam Polda DIY, anggota lalu lintas jajaran Polda DIY serta perwakilan komunitas di Yogyakarta.

Kabid Humas Polda D.I.Yogyakarta Kombes Pol.  Yuliyanto, S.I.K. M.Sc menerangkan bahwa narasumber dalam giat dimaksud Pustral UGM Dr. Eng muhammad zudhy Irawan, ST., MT., Kepala Balai K3 DIY Endang Siwi Ediningsih, ST., MM serta dr. Primadhy Rahardian Wijaya dari rumah sakit Bhayangkara Polda DIY.

Selain itu Endang Siwi Ediningsih dari Balai K3 DIY menyampaikan tentang dampak knalpot blombongan terhadap kebisingan dan keselamatan lalu lintas.

Beliau juga menyampaikan upaya -upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di antaranya dengan penegakan peraturan perundangan, penetapan standar resmi mengenai konstruksi kendaraan bermotor untuk memenuhi syarat-syarat keselamatan, serta adanya pengawasan terhadap kepatuhan peraturan yang ada.

Dokter Primadhy Rahardian Wijaya dari rumah sakit Bhayangkara Polda DIY dalam paparannya menyampaikan tentang Noise Induced Hearing Loss, yaitu gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan yang salah satunya dapat disebabkan dari suara knalpot blombongan serta disampaikan juga mengenai terapi hiperbarik dan pemberian kortikosteroid bagi penderita gangguan NIHL.(*)