PKL Malioboro Tolak Demo Front Rakyat Perjuangan Rakyat D.I.Yogyakarta

Penulis : Gaga Sallo

Aksi unjuk rasa dari Front Perjuangan Rakyat D.I Yogyakarta dilaksanakan di Titik Nol Kilometer, yang sebelumnya mendapat penolakan dari PKL untuk melaksanakan aksi di kantor DPRD DIY. Selasa 17/11/2020.
Aksi unjuk rasa dari Front Perjuangan Rakyat D.I Yogyakarta dilaksanakan di Titik Nol Kilometer, yang sebelumnya mendapat penolakan dari PKL untuk melaksanakan aksi di kantor DPRD DIY. Selasa 17/11/2020.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Aksi unjuk rasa kembali terjadi kali ini datang dari Front Perjuangan Rakyat D.I Yogyakarta turun ke jalan menuntut agar membangun pendidikan ilmiah demokratis dan dan mengabdi pada rakyat. Namun aksi ini mendapat penolakan dari PKL Malioboro saat rencana aksi dilaksanakan dari Taman parkir Abu Bakar Ali menuju Kantor DPRD DIY.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Pedagang Kaki lima (PKL) Kawasan Jalan Malioboro sampai Ahmad Yani Slamet Santoso kepada suryayogya.com Selasa 17/11/2020.

Dijelaskan bahwa Selasa 17 nov 2020
demo mahasiswa mau masuk ke gedung DPRD propinsi melalui jalur malioboro dan dihadang oleh PKL dan berbagai komunitas yg tergabung dlm JAGA JOGJA damai.

.BACA : Sempat Membuat Heboh Masyarakat, Ketua KPU Sleman Minta Maaf Atas Unggahan Konten di Akun Twitter Resminya

.BACA : Uji Coba Pedestrian Malioboro ini Tanggapan Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat

.BACA : Polda DIY Berikan Trauma Healing Pada Warga Di Barak Pengungsian Gunung Merapi

Hal ini menurut Slamet karena semua komunitas PKL merasa trauma atas kejadian tgl 8/10/2020 lalu yg terjadi anarkhisme dan pembakaran coffe legian dan pengrusakan gedung DPRD dan fasilitas umum lainnya.

Maka komunitas menolak segala bentuk apapun yg mengatasnamakan berbagai kepentingan karena sudah terbukti dengan kasus kelam bulan kemaren yg mengakibatkan kerugian komunitas Malioboro.

Dari penolakan tersebut sehingga masa aksi melanjutkan di Nol Kilometer, aksi yang berlangsung di Malioboro dengan tujuan kantor DPRD DIY melibatkan puluhan orang dari berbagai kampus di Yogyakarta.