Kepala BNPB: Informasi Aktivitas Gunung Merapi Harus Satu Pintu Melalui BPPTKG

Penulis: Gaga Sallo

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo didampingi oleh Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswoyo dan Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto. Foto: Gaga Sallo
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo didampingi oleh Sekda Kabupaten Sleman Harda Kiswoyo dan Kepala BPBD Sleman, Joko Supriyanto. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Meredam beredarnya informasi hoax yang belakangan banyak terjadi tentang suatu peristiwa, maka Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo menegaskan bahwa untuk informasi aktivitas Gunung Merapi harus satu pintu yaitu melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Hal ini dikatakan saat melakukan kunjungan ke barak pengungsi Glagaharjo Cangkringan Sleman pada hari Kamis (19/11/2020).

Dijelaskan bahwa semua informasi mengenai aktivitas Gunung Merapi harus melalui BPPTKG sehingga akan mendapatkan akurasi dan kebenaran berita, karena sudah tepat dikaji oleh ahlinya dibidang gunung berapi.

.Baca: Hujan Badai Menghantam Posko Pengungsi Gunung Merapi Saat Kunjungan Kepala BNPB

.Baca: Berikut Laporan Aktivitas Gunung Merapi, Kamis 19 November 2020

.Baca: Kepala BNPB Kunjungi Posko Pengungsian Glagaharjo Cangkringan

“Biarkan ahli-ahli dibidang gunung api yang memberikan informasi tentang Gunung Merapi ini, sehingga dapat dipercaya dan yang lainnya mengikuti atas informasi itu,” tegasnya.

Diketahui sebelum melakukan kunjungan ke posko pengungsi, Doni Monardo melakukan kunjungan ke BPPTKG Yogyakarta yang terletak di Jalan Cendana untuk terus membangun komunikasi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mempunyai tugas melaksanakan mitigasi bencana Gunung Merapi, pengembangan metode, teknologi dan instrumentasi, dan pengelolaan laboratorium ke bencanaan geologi.

BPPTKG merupakan unit pelaksana teknis dilingkungan badan geologi yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.(*)