Lantik Delapan Kapolda Baru, Kapolri Sempat Bicara Masalah Ekonomi

Penulis: Gaga Sallo / Editor: Eddy Mesakh

Kapolri Jenderal Idham Azis saat prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang digelar secara tertutup di Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020). (Foto: Mabes Polri).
Kapolri Jenderal Idham Azis saat prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang digelar secara tertutup di Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020). (Foto: Mabes Polri).

JAKARTA, SURYAYOGYA.COM –  Kapolri Jenderal Idham Azis menyentil persoalan ekonomi ketika melantik delapan Kapolda baru. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) digelar secara tertutup di Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2020).

Idham Azis menyentil persoalan ekonomi yang dihadapi bangsa ini, hal yang jarang dilakukan oleh para petinggi Polri dan TNI.  

“Negara juga mengalami resesi ekonomi nasional. Pertumbuhannya minus selama 3 kuartal berturut-turut,” kata Kapolri saat memberikan pesan kepada para Kapolda yang baru dilantik. 

BACA JUGA:

“Oleh karena itu, pemerintah berharap banyak kepada TNI dan Polri, sehingga mari kita laksanakan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” imbau Idham Azis.

Kapolri Idham Azis melantik delapan Kapolda baru, termasuk Irjen Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya. 

Irjen Fadil Imran menggantikan Irjen Nana Sudjana yang dinilai tidak menjalankan perintah untuk menegakan protokol kesehatan (prokes) terkait kegiatan pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta, Sabtu (14/11) pekan lalu. 

Kepada para Kapolda baru, secara garis besar Kapolri Jenderal Idham Azis berpesan agar mempersiapkan pengamanan Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Dia memperingatkan setiap personel tetap bersikap netral.  

“Pastikan netralitas, baik secara organisasi maupun individu. Berikan jaminan bahwa penyelenggaraan tahapan Pilkada sesuai protokol kesehatan dan berjalan aman,” kata Kapolri.

Mantan Kabareskrim itu mengingatkan para Kapolda untuk melakukan pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. 

Kapolri tak lupa menekankan prioritas Polri saat ini, yakni mendukung pemerintah dalam rangka menanggulangi penyebaran penularan Covid-19.

Dikatakan bahwa pandemi Covid-19 hingga saat ini belum menunjukan tren penurunan, dimana kasus terkonfirmasi positif Covod-19 di Indonesia telah mencapai 483.518 orang dan 15.600 di antaranya telah meninggal dunia.(*)