Info Update Aktivitas Gunung Merapi per 23 November 2020: Suara Guguran Keras Terdengar 1 kali

Penulis: Gaga Sallo

Suara guguran dari Gunung Merapi cukup keras terdengar sebanyak 1 kali pada pukul 20:18 WIB.
Suara guguran dari Gunung Merapi cukup keras terdengar sebanyak 1 kali pada pukul 20:18 WIB.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Kondisi Gunung Merapi saat ini masih dalam Tingkat Aktivitas Level III (Siaga). Cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 14-22 °C, kelembaban udara 67-95 %, dan tekanan udara 569-689 mmHg. Volume curah hujan 28 mm per hari.

Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 30 m di atas puncak kawah.
Suara guguran terdengar keras sebanyak 1 kali pukul 20:18 WIB.

Hal ini sesuai data yang diterima oleh suryayogya.com, Senin (23/11/2020) dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta (BPPTKG) Yogyakarta.

.Baca: Merapi Level III, Pendakian dan Penambangan di KRB III Diminta Berhenti

.Baca: Terdengar Empat Kali Suara Guguran Gunung Merapi dari Pos Babadan

.Baca: Hujan Badai Menghantam Posko Pengungsi Gunung Merapi Saat Kunjungan Kepala BNPB

Dijelaskan bahwa kegempaan guguran berjumlah 8, Amplitudo 3-40 mm, Durasi 8-142 detik. Hembusan Jumlah 14, Amplitudo 2-8 mm, Durasi 9-59 detik. Hybrid/Fase Banyak Jumlah 97, Amplitudo 2-35 mm, S-P 0.3-0.4 detik, Durasi 5-15 detik.

Vulkanik Dangkal jumlah 8, Amplitudo 50-75 mm, Durasi 9-39 detik.

Rekomendasi Prakiraan daerah bahaya meliputi Provinsi DIY Kabupaten Sleman: Kecamatan Cangkringan Desa Glagaharjo Dusun Kalitengah Lor, Desa Kepuharjo Dusun Kaliadem, Desa Umbulharjo Dusun Palemsari.