“Jeneng dan Jenang” Pesan Wakil Gubernur DIY untuk Danlanud Adisutjipto

Penulis : Gaga Sallo

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisutjipto Yogyakarta, Marsma TNI Bob Henry Panggabean.
Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisutjipto Yogyakarta, Marsma TNI Bob Henry Panggabean.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Pertemuan pasti ada perpisahan hal ini merupakan suatu kepastian dalam kehidupan ini. Sama halnya dengan mengenyam suatu jabatan tugas selalu ada pergantian dalam berkarya. Pertemuan dalam rangka pamitan kali ini terjadi antara Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dengan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisutjipto Yogyakarta, Marsma TNI Bob Henry Panggabean.

Henry Panggabean  beraudiensi dengan  Wakil Gubernur DIY guna mohon pamit dari Yogyakarta untuk menunaikan tugas baru di Jakarta dalam lingkup TNI AU. Dalam pertemuan itu Sri Paduka berpesan Selamat bertugas di tempat yang baru dan pegang teguh falsafah jawa ‘jeneng dan jenang’, pasti selamat.

Jeneng dan jenang dalam falsafah jawa dimaknai dengan popularitas dan kekuasaan.

.BACA : Ketua Bawaslu DIY: Terima Kasih Pemda DIY sudah Mendukung Kami

.BACA : Tiga Proyek Prioritas Strategis DIY di 2021, Mendongkrak Ekonomi Pariwisata dan Masyarakat

.BACA : Waspada Potensi Hujan Intensitas Sedang – Lebat Terjadi di Sleman dan Kulon Progo Bagian Utara

Sejak bertugas dari Maret 2019 sampai saat ini Danlanud Adisutjipto merasa selama bertugas di Yogyakarta, Ngarsa Dalem dan Sri Paduka menerimanya dengan sangat baik. “Kebaikan tersebut tidak bisa saya urai dengan kata-kata. Hanya ucapan saya, luar biasa bahwa saya diterima dengan baik,” tutupnya.

Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Danlanud yang telah menjalin kerjasama dengan Pemda DIY serta melaksanakan tugas dengan baik mengingat seringkali terjadi dinamika di Yogyakarta.

luas DIY hanya 3.150 km2. Belum lagi banyaknya mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Segala persoalan dapat diselesaikan dengan baik atas kerjasama yang dibangun oleh seluruh elemen masyarakat Yogyakarta,” tutup Sri Paduka.(*)

Editor : Sudianto Pane