Pilkada Yogyakarta Anggota Polisi Diimbau Wajib Netral

Penulis : Gaga Sallo

AKBP Verena Sri Wahyuningsih, Kasubbid Penmas POLDA DIY. Kepolisan siap mengamankan jalannya pesta demokrasi yang nantinya digelar tanggal 9 Desember 2020, namun kepolisian dilarang keras untuk memihak pada salah satu paslon. suryayogya.com Rabu 25/11/2020.
AKBP Verena Sri Wahyuningsih, Kasubbid Penmas POLDA DIY. Kepolisan siap mengamankan jalannya pesta demokrasi yang nantinya digelar tanggal 9 Desember 2020, namun kepolisian dilarang keras untuk memihak pada salah satu paslon. suryayogya.com Rabu 25/11/2020.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Pilkada serentak di tiga Kabupaten Provinsi DIY yaitu Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul pada tanggal 9 Desember, mengharuskan untuk netralitas bagi pihak Kepolisian dalam pesta demokrasi ini. Semua anggota Polisi di DIY wajib netral dan tidak memihak atau memberikan dukungan baik materil atau immaterial kepada salah satu paslon.

Hal ini ditegaskan oleh AKBP Verena Sri Wahyuningsih, Kasubbid Penmas POLDA DIY kepada suryayogya.com Rabu 25/11/2020.

Dijelaskan bahwa kepolisan siap mengamankan jalannya pesta demokrasi yang nantinya digelar tanggal 9 Desember 2020, namun kepolisian dilarang keras untuk memihak pada salah satu paslon. Karena baginya hal ini sesuai dengan UU No 2 Tahun 2002 tentang kepolisian RI yang mengatur tentang larangan.

.BACA : Dandim 0732/Sleman: Babinsa Wajib Aktif Turun ke Masyarakat

.BACA : Waspada Potensi Hujan Intensitas Sedang – Lebat Terjadi di Sleman dan Kulon Progo Bagian Utara

.BACA : Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, 36 Ternak Sapi Dievakuasi oleh Koramil 01 Cangkringan Sleman

Ditegaskan bahwa dalam pasal 28 menyatakan bahwa bersikap netral dalam politik praktis, Tidak menggunakan hak dipilih dan memilih, dapat menduduki jabatan diluar dari kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.

Menurut Verena jika ada pelanggaran dari ketentuan ini anggota polisi dapat dikenakan sangsi baik disiplin maupun kode etik.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Yogyakarta untuk menggunakan hak pilihnya secara bijak dan patuhi protokol kesehatan.

Untuk pasangan calon dan tim sukses agar selalu mengedepankan prinsip menang ora umuk kalah ora ngamuk.

“Mari kita ciptakan Pemilu yang aman, nyaman dan sehat agar Yogyakarta selalu damai,” tutupnya. (*)

Editor : Sudianto Pane