APBN Tahun 2021, Ditetapkan Pada Angka Rp 2750 Triliun

Penulis: Gaga Sallo

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekretaris Daerah DY Kadarmanta Baskara Aji mengikuti Pidato Presiden Joko Widodo melalui video konferensi, secara daring dari Ruang IDMC, Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.Rabu (25/11/2020). Foto: Humas
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekretaris Daerah DY Kadarmanta Baskara Aji mengikuti Pidato Presiden Joko Widodo melalui video konferensi, secara daring dari Ruang IDMC, Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.Rabu (25/11/2020). Foto: Humas

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – APBN tahun 2021, belanja negara ditetapkan pada angka Rp 2.750 Triliun, naik 4 persen daripada APBN tahun 2020. Rinciannya adalah belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 1.032 Triliun, sementara Rp 795,5 Triliun untuk dana desa dan daerah.

Hal ini dikatakan oleh Presiden Joko Widodo saat pidato penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2021. Yang langsung di ikuti oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sekretaris Daerah DY Kadarmanta Baskara Aji melalui video konferensi, secara daring dari Ruang IDMC, Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (25/11/2020).

.Baca: Serapan Anggaran Pendapatan Gunungkidul Mencapai 98,18 Persen

.Baca: Pasar Prawirotaman Adalah Pasar Tradisional Pertama di Yogyakarta yang Ada Layanan Wifi

.Baca: Bisnis Tanaman Hias Sangat Menjanjikan Dimasa Pandemi Covid-19

Dijelaskan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021 akan memiliki fokus pada empat hal, yaitu:

1. Penanganan kesehatan, masih dalam hal penanganan COVID-19 utamanya fokus pada  vaksinasi. Oleh sebab itu, anggaran yang berkaitan dengan sarana dan prasarana, penelitian dan pengembangan tentunya sangat diperlukan

2. Perlindungan sosial, terutama kepada kelompok yang rentan

3. Pemulihan ekonomi, khususnya dukungan UMKM dan dunia usaha

4. Membangun pondasi yang lebih kuat dengan melakukan reformasi struktural, baik bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan sosial.

Adapun alokasi belanja negara tersebut dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi dan pemulihan pembangunan di berbagai bidang, seperti:
– Kesehatan : Rp 169,7 Triliun
– Pendidikan: Rp 550 Triliun
– Infrastruktur: Rp 417,4 Triliun
– Perlindungan Sosial: Rp 408,8 Triliun
– Ketahanan Pangan: Rp 99 Triliun
– Pembangunan Teknologi dan Informasi: Rp 26 Triliun

Acara berakhir dengan penyerahan DIPA dan TKDD kepada para Kepala Daerah baik perwakilan yang hadir di Istana Merdeka dan yang mengikuti secara virtual langsung oleh Presiden Joko Widodo.(*)