Rajurit Jogja Sabet Juara Satu Festival Bregada Rakyat DIY

Penulis: Gaga Sallo

Lebih lanjut dikatakan bahwa kriteria penilaian meliputi tata baris, tata busana, tata musik, penjiwaan dan kesesuaian berprotokol kesehatan.

Usai pengumuman juara hadiah uang pembinaan langsung diserahkan oleh Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat, Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY Eni Lestari Rahayu kepada para penyaji terbaik. Masing-masing berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, Rp 8 juta, Rp 7 juta, Rp 6 juta dan Rp 5 juta.

Eni Lestari Rahayu berharap penyelenggaraan festival dapat memberikan dorongan motivasi terhadap para penggiat seni keprajuritan rakyat. Sehingga eksistensi bregada sebagai seni keprajuritan rakyat makin mewarnai keistimewaan DIY.

“Bagi kelompok bregada yang belum mendapatkan gelar dimohon tidak berkecil hati namun justru terlecut untuk makin menyempurnakan diri,” imbuhnya.

Sedangkan dewan juri KPH. Notonegoro berpesan agar para pelaku bregada rakyat memperhatikan kerapihan dan detail-detail aksesoris penggunaan busana keprajuritan.

“Seni keprajuritan rakyat harus tampil besus atau enak dipandang dan enak di hati. Salah satunya saya amati bahwa lipatan kain sapit urang yang dipakai para masih belum trep. Juga celana panji masih banyak yang ukurannya terlalu panjang dibawah lutut,” ujar suami dari GKR. Hayu ini.