Klitih Masalah Serius, Warganet Suarakan Takut ke Yogya Gara-gara Aksi Brutal Geng Remaja

Ini merupakan masalah lama yang tak terselesaikan di wilayah DIY sejak tahun 1990-an. Tahun 2019 lalu tercatat sejumlah kasus klitih, bahkan ada yang merenggut nyawa. Dan kini isu tersebut kembali merebak.

Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Fendi Timur didampingi Kapolsek Bulaksumur AKBP Sugiyarto saat mengelar konferensi pers di Polsek Bulaksumur Senin 14/12/2020. Foto: Gaga Sallo
Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Fendi Timur didampingi Kapolsek Bulaksumur AKBP Sugiyarto saat mengelar konferensi pers di Polsek Bulaksumur Senin 14/12/2020. Foto: Gaga Sallo

Penulis: Gaga Sallo | Editor: Eddy Mesakh

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Isu “Klitih” kembali meruak di Yogyakarta, menyusul penyerangan oleh kelompok geng remaja yang tergabung dalam kelompok Get In Wrong Side (GNWS).

Para remaja belasan tahun itu menyerang dan menganiaya seorang warga Papringan di  depan toko Existore, Jl Bogenvil, Santre, Karangasem, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada 6 Desember 2020 lalu.

Korban dianiaya dengan cara kakinya digilas ban motor, sementara lainnya menebas kepala korban dengan clurit hingga mengalami luka serius.

“Klitih” yang berasal dari kata “klithah-klithih”, yang berarti berjalan bolak-balik, kini justru mengarah ke tindakan negatif, perbuatan kekerasan, kriminalitas, dan brutal yang dilakukan oleh kelompok geng remaja.

BACA JUGA:

Ini merupakan masalah lama yang tak terselesaikan di wilayah DIY sejak tahun 1990-an. Tahun 2019 lalu tercatat sejumlah kasus klitih, bahkan ada yang merenggut nyawa. Dan kini isu tersebut kembali merebak.

Dilansir dari Kompas.com, remaja bernama Fatur Nizar Rakadio (16), kehilangan nyawa pada awal Januari 2020 setelah diserang geng klitih pada Desember 2019 di wilayah Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Nasib serupa dialami Afrizal (16) pada pertengahan Juni 2019. Nyawa Afrizal, warga Dusun Kedon, Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang itu terselamatkan setelah mendapat pertolongan medis.

Awal tahun ini isu Klitih ramai jadi perbincangan netizen. Banyak video di Twitter menunjukkan para remaja yang tertangkap aparat maupun warga setelah melakukan aksi kekerasan dan kriminalitas jalanan.

Isu Klitih sempat riuh di media sosial pada Februari 2020 ini. #DIYDaruratKlitih menjadi trending di Twitter.

Bahkan warga dan Ormas di Yogya berbondong-bondong mendatangi Polda DIY untuk mendesak penanganan serius terhadap kasus kejahatan jalanan oleh remaja ini.

Penelusuran Suryayogya.com di Twitter, menemukan banyak suara-suara mengkhawatirkan terhadap perilaku brutal para remaja di DIY, yang tidak saja meresahkan dan membahayakan keselamatan jiwa, tetapi sekaligus merusak perekonomian, terutama terhadap sektor pariwisata.

Salah satu suara kekhawatiran tentang klitih di Twitter.
Salah satu suara kekhawatiran di Twitter tentang aksi brutal klitih di Yogyakarta.

Padahal Yogyakarta adalah salah satu destinasi andalan Indonesia dan penyumbang pemasukan signifikan bagi daerah.

Oleh karena itu, calon wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengutuk keras aksi brutal para remaja yang terlibat dan mendesak kepolisian untuk menuntaskan masalah ini sampai ke akar-akarnya.

“Apapun alasannya tidak dapat dibenarkan. Saya berharap aparat keamanan, segera menangkap sebagian pelaku yang masih buron,” kata Danang Maharsa kepada Suryayogya.com, Selasa (15/12/2020).

Dijelaskan bahwa dirinya sangat menyesalkan adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok geng GNWS yang kini telah ditangani oleh Polsek Bulaksumur.(*)

Kekerasan Jalanan, Klitih, Get In Wrong Side (GNWS), Surya Yogya, Aksi Brutal Remaja Jogja, Kriminalitas Remaja, Pariwisata Jogja