Rayakan HUT PDI-P Ke 48, Posko EW Inisiatif Lakukan Baksos di Sidoagung dan Sidoluhur Sleman

Penulis: Gaga Sallo

MY Esti Wijayati selaku anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, pada Senin & Kamis, 11 & 14 Januari 2021 melakukan bakti sosial pada masyarakat di Sidoagung dan Sidoluhur Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.
MY Esti Wijayati selaku anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, pada Senin & Kamis, 11 & 14 Januari 2021 melakukan bakti sosial pada masyarakat di Sidoagung dan Sidoluhur Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Posko EW Inisiatif merupakan posko yang dikelola oleh MY Esti Wijayati selaku anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Pada hari Senin & Kamis (11 & 14 Januari 2021) melakukan bakti sosial pada masyarakat di Sidoagung dan Sidoluhur Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bakti sosial berupa beras 2,5 kg dan minyak goreng 1 liter dibagikan kepada masyarakat sebanyak 500 paket.

Baksos ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-48 PDI Perjuangan. Hari jadi kali ini mengambil tema “Indonesia Berkepribadian Dalam Kebudayaan”, sebagai cara mengajak kader, anggota dan simpatisan PDI Perjuangan serta masyarakat umum untuk selalu menjunjung tinggi dan bersedia merawat bersama-sama kebudayaan luhur bangsa Indonesia.

BACA JUGA: 

“Semangat gotong-royong dalam bentuk yang paling praktis adalah bakti sosial. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mendera bangsa dan dunia, penting sekali untuk saling membantu antar satu sama lain sebagai anak bangsa”, ujar Esti.

Dalam bakti sosial tersebut, turut dihadiri juga oleh Bambang Sigit Sulaksana, sebagai anggota DPRD Kabupaten Sleman yang turut memberikan paketan bakti sosial.

“Di masa pandemi ini kita mesti terus menggaungkan gotong-royong antar warga dalam bentuk apapun, sehingga sebagai bangsa tidak kehilangan jati diri,” tegas Bambang.

Sementara itu, salah satu penerima baksos Ngatiyem mengatakan “saya mengucapkan terima kasih pada ibu Esti yang selalu memerhatikan rakyat kecil seperti kami, semoga nasib kami selalu diperhatikan oleh pemerintah.” (*)