BPPTKG: 30 Guguran Lava Pijar Merapi Ke Barat Daya

Penulis : Gaga Sallo

Gunung Merapi muntahkan lava pijar 30 kali dengan jarak luncur 300-900 meter ke barat daya
Gunung Merapi muntahkan lava pijar 30 kali dengan jarak luncur 300-900 meter ke barat daya

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM –Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta periode pengamatan 19/01/2021 00:00-06:00 WIB kembali mengeluarkan hasil perkembangan aktifitas Gunung Merapi.

Kepada suryayogya.com dijelaskan bahwa Awan panas guguran 1 kali dengan jarak luncur 1800 meter ke Kali Krasak dan Boyong dengan tinggi kolom 500 meter. Di atas puncak angin bertiup ke timur.
Guguran lava pijar 30 kali dengan jarak luncur 300-900 meter ke barat daya.

Visual gunung jelas. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

.BACA : Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Alumni SMAN 8 Yogyakarta yang Sangat Menghormati Guru

.BACA : Kadis Perdagangan Kota Yogyakarta: Stok Bahan Pokok Aman Tiga Bulan Kedepan

.BACA : [UPDATE] Gunung Merapi: Enam Kali Lava Pijar Kembali Mengalir ke Arah Barat Daya

Cuaca cerah,  angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 71-93 %, dan tekanan udara 563-686 mmHg.

Awan Panas Guguran jumlah : 1, Amplitudo : 60 mm, Durasi : 209 detik.
Guguran jumlah : 31, Amplitudo : 4-46 mm, Durasi : 24-103 detik
Hybrid/Fase Banyak jumlah : 2, Amplitudo : 3-5 mm, S-P : 0.3-0.4 detik, Durasi : 7.2-7.4 detik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III G. Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.(*)

Editor : Sudianto Pane