Senandung Lagu Membawa Petaka, Anak Dibawa Umur Dianiaya

Penulis : Gaga Sallo

al ini dikatakan oleh Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi, SH, MH saat gelar konferensi pers di Aula Polsek Tegalrejo Rabu 20/01/2021 dan didampingi oleh Kabag Humas Polresta Yogyakarta, serta Kanit Reskrim Iptu Suranta, SH. Foto: Gaga Sallo
al ini dikatakan oleh Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi, SH, MH saat gelar konferensi pers di Aula Polsek Tegalrejo Rabu 20/01/2021 dan didampingi oleh Kabag Humas Polresta Yogyakarta, serta Kanit Reskrim Iptu Suranta, SH. Foto: Gaga Sallo

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM –Melantukan lagu tidak selamanya menghibur diri dan orang lain, AAW (15) Pelajar Asal Pringgokusuman GT II/149 RT 020 RW 005 Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedongtengen Yogyakarta menjadi korban penganiayaan secara brutal oleh Candra Ferbriansyah (19) Karena Pelaku mengejek bersama teman lainnya mengejek lagu yang sedang dinyanyikan oleh korban.

Hal ini dikatakan oleh Kapolsek Tegalrejo Kompol Supardi, SH, MH saat gelar konferensi pers aula Polsek Tegalrejo Rabu 20/01/2021.

Dijelaskan bahwa pada hari Sabtu 16/01/2021 sekira pukul 23.00 WIB korban dianiaya oleh pelaku di depan halaman balai RW Tompeyan Tegalrejo Yogyakarta dengan cara memukul menggunakan kedua tangan.

Menurut Supardi bahwa antara korban dan pelaku serta beberapa temanya saat itu bersama-sama main game online. Saat bermain game korban bernyanyi untuk sekedar menghibur diri, namun dijelaskan ada tanggapan dari sekelompok teman bahwa nyanyian korban seperti yasinan.

.BACA : BMKG DIY: Waspada Hujan Lebat Dan Petir Wilayah Yogyakarta

.BACA : Kondisi Kritis Usaha Perhotelan Di Yogyakarta, 30 Hotel Sudah Bangkrut

.BACA : Tak Kenal Lelah Anggota Kodim 0732/Sleman Laksanakan Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Setiap Malam

Mendengar kata nyanyian seperti yasinan dari teman-teman maka korban sempat mengatakan akan menyentil mata.

Kata menyentil mata mungkin dirasakan oleh pelaku seperti perlawanan dari korban sehingga membuat pelaku tersinggung dan langsung memukul korban hingga mengalamin memar dibeberapa anggota tubuh dan mendapat perawatan di rumah sakit Ludira Husada Tama.

Atas perbuatan pelaku dikenakan pasal 80 (1) Undang-Undang  perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).(*)

Editor : Sudianto Pane