Terima Vaksin Tahap Pertama Belum Kebal, Bupati Sleman Positif Covid-19 Seminggu Setelah Menerima Vaksin Sinovac

Dok Pemkab Sleman Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021)
Dok Pemkab Sleman Bupati Sleman, Sri Purnomo menjalani rapid tes antigen sebelum menerima vaksin COVID-19, Rabu (13/01/2021)

Terima Vaksin Tahap Pertama Belum Kebal, Bupati Sleman Positif Covid-19 Setelah Seminggu Menerima Vaksin Sinovac

SURYAYOGYA.COM, SLEMAN – Bupati Sleman DIY, Sri Purnomo positif Covid-19 bukan karena menerima vaksin Sinovac karena saat menerima vaksin kondisi kesehatan Bupati baik, namun karena baru menerima vaksin tahap pertama, belum memiliki kekebalan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan, Bupati Sri Purnomo merupakan salah satu tokoh yang mendapat suntikan vaksin Sinovac tahap pertama di Sleman.
Menurutnya, saat itu tensi Bupati menunjukkan hasil bagus dan tidak ada riwayat kispa dalam sepekan terakhir.
Sehingga, memenuhi syarat untuk disuntik Vaksin.

Vaksin diberikan dua kali. Tahap pertama dan kedua.

Joko mengatakan, pemberian vaksin tahap pertama belum memberikan efek kekebalan atau antibodi belum terbentuk memadai sehingga harus dilakukan penyuntikan tahap kedua.

Jeda waktunya minimal 14 hari dari penyuntikan pertama.

Penyuntikan vaksin tahap kedua berfungsi sebagai booster atau penguat.

Sehingga ketika vaksin sudah diberikan dua kali, kata dia, maka akan membentuk kekebalan tubuh secara optimal.

“(Bupati) bukan menjadi positif gara-gara vaksin. Tetapi kebetulan saja seminggu lalu divaksin dan hari ini positif,” kata Joko, sembari menjelaskan bahwa kekebalan tubuh memiliki kurva.

Pada penyuntikan vaksin tahap pertama, kekebalan tubuh baru akan naik, kemudian ketika disuntik vaksin tahap kedua maka kekebalan tubuh akan mencapai puncaknya.

Ia menjelaskan, orang yang telah disuntik vaksin dengan orang yang tidak disuntik vaksin ketika terpapar Virus Corona, terdapat perbedaan pada gejala.

Di mana yang disuntik vaksin tidak bergejala berat.

“Karena virusnya yang masuk itu lebih sedikit dibanding yang belum divaksin,” terang dia.

BACA JUGA:Seminggu Setelah Menerima Vaksin, Bupati Sleman Sri Purnomo Positip Covid -19

BACA JUGA:BPPTKG: 30 Guguran Lava Pijar Merapi Ke Barat Daya