Ujian Nasional (UN) Ditiadakan, Ini Langkah Disdikpora Kota Yogyakarta

Penulis : Gaga Sallo

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi telah mengeluarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa penyebaran Covid-19.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi telah mengeluarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa penyebaran Covid-19.

YOGYAKARTA, SURYAYOGYA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi telah mengeluarkan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1 tahun 2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa penyebaran Covid-19.

Hal ini membuat kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori angkat bicara Jumat (05/02/2021).

Dijelaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menentukan ujian nasional (UN) pada tahun 2021 di masa pandemi Covid-19.

.Baca : Sejak Awal Pandemi Polda DIY telah Membagikan 20.050 Masker di Wilayah Yogyakarta

.Baca : Pemkot Yogyakarta: Dimasa Pandemi Covid-19 Jaringan Wifi Gratis Diperluas

Namun tetap Pemkot Yogyakarta tetap mempertimbangkan kualitas akhir tahun ajaran agar kompetensi siswa. Untuk itu Disdikpora akan evaluasi belajar siswa pada akhir tahun ajaran.

Menurut Budi Santoso bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan berdasarkan SE yakni peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan program pembelajaran yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, memperoleh nilai perilaku minimal baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan.

Ujian yang dimaksud dalam bentuk penugasan, tes secara berani, portofolio evaluasi nilai rapor, nilai, dan prestasi sebelumnya, dan kegiatan yang ditentukan satuan pendidikan.

“Kelulusan diserahkan kepada sekolah. Mekanismenya sama seperti pada tahun 2020. Bahwa ujian dapat dilaksanakan dalam bentuk penugasan, evaluasi rapor dan boleh melakukan tes secara luring atau berani, ”paparnya.(*)

Editor : Sudianto Pane